Sempat Ditangkap, Polisi Bebaskan 10 Orang Pendemo di Kedubes Prancis

Aksi massa dari berbagai ormas Islam menuntut Presiden Prancis Emmanuel Macron untuk mencabut pernyataannya dan meminta maaf./Foto: Acuantoday.com (Rohman Wibowo)

Acuantoday.com, Jakarta―Polda Metro Jaya memulangkan 10 orang peserta aksi bela Islam yang sempat ditangkap saat berdemo di sekitar Kedutaan Besar Prancis, Jakarta Pusat, Senin (2/11) kemarin.

Polisi terpaksa mengamankan sepuluh orang yang sebagian besar anak-anak itu karena kedapatan membawa pistol mainan. Polisi menyebut, mereka bukan bagian dari massa ormas Islam.

“Kami sudah periksa dan tidak ada hal terlalu prinsipil yang dilanggar dan mereka sudah dipulangkan semalam,” Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus saat dikonfirmasi, Selasa (3/11).

Selain itu lanjut Yusri, sepuluh orang yang ditangkap ini masih di bawah umur.

“Ini yang jadi imbauan. Buat orang tua tolong jaga anaknya. Jangan sampai datang ke lokasi aksi tanpa pengawasan,” ujarnya.

Demo yang dihadiri oleh banyak pemuka agama Islam ini, berjalan tertib. Poin aksi demo yang menuntut permintaan maaf Presiden Emmanuel Macron atas pelecehan simbol Islam, pun tersampaikan jelas, bahkan perwakilan massa sempat melayangkan surat pernyataan sikap ke Kedubes Perancis melalui pihak kepolisian, sebelum mengakhiri demonstrasi.

Habib Al Habsyi dalam orasinya menyerukan penghina Islam berhak untuk dibunuh, sebagaimana hadist Rasul. Selain itu, ia mengajak kepada seluruh umat muslim untuk jihad ekonomi dengan memboikot semua produk Perancis. (rwo)

Comments

comments