Sempat Mandek, Henry Yosodiningrat Desak Polisi Lanjutkan Laporan Penghinaan oleh Rizieq

Politisi PDI-P Henry Yosodiningrat mendatangai Polda Metro Jaya, Rabu (11/11)./Foto: Acuantoday.com (Rohman Wibowo)

Acuantoday.com, Jakarta―Polisi didesak untuk mengusut kasus penghinaan yang diperbuat Rizieq Shihab terhadap politisi Partai PDI-P Henry Yosodiningrat, beberapa waktu lalu.

Desakan ini disampaikan Henry sendiri dengan mendatangi Mapolda Metro Jaya, Rabu (11/11) untuk melaporkan ulang penghinaan itu.

“Saya hanya minta kendalanya apa sekarang ke kepolisian karena kalau dulu saya bisa memahami yang bersangkutan tidak ada di Indonesia. Sekarang tidak ada alasan tidak ditindaklanjuti,” ujarnya.

Henry beranggapan, tak ada alasan lagi bagi pihak kepolisian untuk menunda laporannya, mengingat Rizieq sudah balik ke Indonesia.

Sekadar diketahui, di tahun 2017, ia melayangkan aduan penghinaan ke polisi, tapi gagal diproses, seiring bertepatan dengan momen pelarian Rizieq ke Arab Saudi.

Penghinaan orang yang dimaksud adalah ucapan Rizieq Shihab dalam media sosial yang menyebut Henry sebagai politisi berhaluan komunis, politisi yang memusuhi umat islam dan politisi yang indekos di Partai PDI-P.

Henry mengaku lontaran fitnah menimpa dirinya, usai meminta kepolisian untuk jangan ragu menangkap dan menahan Rizieq, atas beberapa kasus hukum yang menjeratnya.

Misal dari soal menghina Pancasila hingga kasus penghinaan budaya Sunda.

“Nah saya anggap ini menimbulkan perpecahan dan menimbulkan keresahan masyarakat yang luar biasa pada waktu itu. Tidak lama setelah itu (melapor) muncul fitnah terhadap saya,” tuturnya.

Laporan Henry sendiri pada 2017 telah diterima dalam laporan polisi bernomor LP/529/I/2017/PMJ/Ditreskrimsus, dengan Pasal 310 KUHP dan Pasal 311 KUHP atau Pasal 27 ayat (3) juncto Pasal 28 juncto Pasal 45 ayat (2) UU RI No 19 Tahun 2016 tentang Perubahan UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). (rwo)

Comments

comments