Sempat Memanas, Erdogan Akhirnya Sampaikan Selamat ke Biden

Calon presiden Amerika Serikat dari Partai Demokrat Joe Biden saat berbicara tentang hasil suara pemilihan presiden 2020 di Wilmington, Delaware, AS, pada 4 November 2020. (REUTERS/KEVIN LAMARQUE)

Acuantoday.com, Jakarta―Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Selasa (10/11) waktu setempat, akhirnya mengucapkan selamat kepada Joe Biden atas kemenangan melawan Donald Trump.

Pernyataan Erdogan yang disampaikan tiga hari setelah media AS menyatakan kemenangan Biden menjadi sorotan.

Sikap itu menunjukkan hubungan pribadi yang dekat antara sang Presiden Turki dengan Trump.

Selain itu, pernyataan yang lambat dari Turki disebabkan karena selama ini Erdogan memiliki hubungan kurang baik dengan Biden. 

Pemerintah Turki sempat terusik oleh pernyataan Biden dalam wawancara dengan New York Times Desember tahun lalu yang menyebut Erdogan “otokrat.” 

Biden juga mengkritik kebijakan Erdogan terhadap Kurdi.

Pihak Erdogan membalas dengan menyebut pernyataan Biden itu arogan dan hipokrit.

Namun, saat kemenangan Biden, Erdogan mendesak hubungan yang lebih erat di antara kedua negara bersekutu anggota NATO itu.

Erdogan juga mengirimkan pesan kepada Trump dengan mengatakan bahwa apa pun hasil pemilu AS itu dia menyampaikan terima kasihnya atas “persahabatan yang hangat” dari Trump selama empat tahun menjabat presiden AS.

Namun Turki dan AS juga pernah tengah selama era Trump, termasuk menyangkut dukungan AS kepada milisi Kurdi Suriah yang dianggap Turki sebagai ancaman besar keamanannya.

Erdogan berkata kepada Biden, dia ingin lebih jauh mengembangkan dan memperkuat hubungan kedua negara.

“Selamat kepada Anda atas keberhasilan pemilu Anda dan menyampaikan keinginan tulus saya untuk perdamaian dan kesejahteraan rakyat AS,” kata Erdogan dalam pernyataan yang disiarkan kantornya seperti dikutip AFP, Rabu (11/11).

Masalah-masalah lain yang membuat tegang Ankara dan Washington adalah pembelian sistem pertahanan peluru kendali canggih Rusia oleh Turki dan penolakan AS dalam mengekstradisi ulama Turki yang dituding Erdogan merancang kudeta gagal pada 2016.

Presiden Rusia Vladimir Putin, Presiden China Xi Jinping dan Presiden Brazil Jair Bolsonaro belum memberi selamat kepada Biden. (ahm)

Comments

comments