Semua Korban Longsor Nganjuk Ditemukan, 19 Orang Meninggal, Operasi SAR Dihentikan

Meski operasi SAR Gabungan telah dihentikan Alat berat masih tetap untuk membenahi kondisi tanah pascalongsor Nganjuk--- sumber foto BNPB

Acuantoday.com— Tim SAR Gabungan menghentikan operasi pencarian korban longsor di Desa Ngetos, Nganjuk, Jawa Timur, setelah semua korban dinyatakan telah ditemukan. Hal ini mengacu pada data sesuai dengan laporan warga yang kehilangan anggota keluarga dan kerabatnya akibat kejadian longsor tersebut.

Merujuk data Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per hari Jumat (19/2) pukul 22.00 WIB, total korban meninggal yang berhasil ditemukan mencapai 19 orang.

Selain itu, Pusdalops juga mendata sebanyak 142 KK warga Desa Ngetos yang  masih mengungsi pascalongsor di halaman SD Negeri 3 Ngetos, Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur.

Kepala Basarnas Jawa Timur Hari Adi Purnomo menyatakan dengan ditemukannya seluruh korban meninggal, maka operasi SAR pun dihentikan.

Ia menjelaskan, keberhasilan operasi SAR ini berkat kolaborasi dan kerja sama yang baik antar seluruh elemen baik itu pemerintah pusat, pemerintah daerah, relawan dan juga masyarakat.

“Kami juga melakukan diskusi dengan tim geologi, terkait rekahan di atas dan air di tanah, sehingga kami lakukan dengan alat early warning system yang sederhana, manual itu sebagai tanda kalau ada apa-apa,” ujar Hari.

Lebih lanjut ia menambahkan, meskipun operasi SAR telah dihentikan namun tim gabungan akan kembali melakukan pencarian korban jika ada masyarakat yang melaporkan kerabatnya yang hilang akibat longsor ini. “Alat berat masih tetap untuk membenahi kondisi tanah pascalongsor,” jelas Hari.

Sementara itu, penanganan darurat masih akan terus dilakukan berdasarkan status tanggap darurat bencana banjir dan longsor tanggal 15 Februari – 28 Februari 2021 yang dikeluarkan oleh Bupati Nganjuk.

Sebelumnya BNPB telah memberikan bantuan logistik berupa masker dewasa 1.000 buah, masker anak-anak 1.000 buah, rapid test antigen 200 tes, sarung 200 buah, matras 100 buah dan makanan siap saji. BNPB juga  menyerahkan  bantuan dana siap pakai (DSP) sebesar Rp500 juta untuk penanganan  pasca banjir dan longsor di Kabupaten Nganjuk.

Bencana yang mengakibarkan korban jiwa, luka-luka dan sejumlah rumah rusak ini terjadi di Desa Ngetos, Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk, Provinsi Jawa Timur ini telah terjadi pada Minggu (14/2), pukul 18.30 waktu setempat. ***/dian

 

Comments

comments