Semua Produk Diboikot, Prancis Tidak Lakukan Tindakan Balasan terhadap Turki

Seorang pengunjuk rasa membawa spanduk Menara Eiffel Prancis dan Masjid Nabawi Arab Saudi, dalam aksi protes mengecam majalah Charlie Hebdo Prancis yang menerbitkan ulang kartun penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW, di depan Kedutaan Prancis di Teheran, Iran, Rabu (9/9/2020). ./Foto: Antara

Acuantoday.com, Paris―Prancis kemungkinan tidak akan membalas sikap Turki yang memboikot produk-produk negaranya.

Prancis akan melakukan pembicaraan lebih lanjut di tingkat kepala negara atas hubungan kedua negara yang memanas.

Seperti diketahui, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengeluarkan seruan untuk memboikot semua produk Prancis, menyusul ucapan Presiden Prancis Emmanuel Macron yang dianggap menghina umat Islam.

Ucapan Macron dipicu oleh tindakan anarkis terhadap seorang guru yang ditebas karena menjadikan kartun Nabi Muhammad sebagai materi pembelajaran.

Menurut Macron, tidakan itu dilakukan oleh Islam garis keras yang sebagian dianggap sudah banyak memengaruhi muslim lainnya. Karenanya, ia menegaskan, penggunaan kartun sebagai media ekspresi dan kebebasan berpendapat tetap diizinkan.

“Tidak ada agenda untuk aksi balasan,” kata Menteri Perdagangan Franck Riester pada Senin (26/10), waktu setempat, seperti disiarkan radio RTL.

Namun begitu, ia mengulangi kecaman pemerintah terhadap pernyataan Presiden Turki Tayyip Erdogan baru-baru ini mengenai Presiden Emmanuel Macron dan perlakuannya terhadap Muslim di Prancis.

Erdogan pada Senin mendesak warganya agar berhenti membeli produk Prancis.

Tindakannya itu menambah seruan boikot di dunia muslim sebagai bentuk protes atas gambar Nabi Muhammad yang dipajang di Prancis, yang dianggap umat muslim sebagai penghinaan. (ahm)

Comments

comments