Senjata Laskar FPI Non Pabrikan

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Fadil Imran saat menunjukkan barang bukti kepemilikan senjata api dan senjata tajam milik enam anggota Front Pembela Islam (FPI) yang ditembak mati di Jalan Tol Cikampek Kilomenter 50. (Foto : tangkapan layar beritasatutv)

Acuantoday.com, Jakarta- Bareskrim Polri, mengungkapkan senjata api Laskar FPI yang digunakan untuk menyerang aparat kepolisian dalam baku tembak di ruas Tol Jakarta Cikampek Km 51, Senin (7/12) lalu, merupakan pistol nonpabrikan.

Keterangan itu didapat usai memintai kesaksian dari ahli balistik, yang diperiksa pada pekan ini. “Ahli balistik menyebutnya senjata nonpabrikan,” Kata Dirtipidum Bareskrim Polri, Brigen Andi Rian saat dikonfirmasi wartawan, Minggu (20/12).

Meski begitu, Andi enggan membeberkan darimana pistol itu diperoleh oleh FPI. Begitu pun informasi soal legalitas kepemilikan pistol. Didapat secara legal atau dibeli dari pasar gelap.

Namun, Bareskrim berangkat pada keyakinan bahwa jenis pistol yang digunakan adalah revolver dengan peluru kaliber 9 mm.

“Penyidik lebih fokus pada fakta penggunaannya. Kalau asal-usulnya tidak jelas, karena hasil pemeriksaan ahli balistik menyatakan dua pucuk senpi yang telah digunakan laskar FPI adalah senjata nonpabrikan,” imbuh Andi.

Fakta soal penggunaan senjata api oleh Laskar FPI tengah jadi fokus penyidikan, setelah berulang kali klaim dari polisi menyebut diberondong tembakan. Dimulai dari rilis awal Kapolda Metro Jaya Fadil Imran, saat rilis beberapa jam setelah peristiwa penembakan.

Kemudian, klaim diperkuat dengan hasil forensik jasad 6 Laskar FPI yang tewas ditembak. Kata Kabareskirm Komjen Listyo Sigit Prabowo, ditemukan jelaga atau serbuk peluru di tangan laskar.

Teranyar, klaim polisi soal aksi tembak yang diperbuat Laskar FPI, diungkap saat rekonstruksi pada Senin (14/12) lalu. Ada 4 TKP, yang kesemuanya menceritakan bagaimana polisi ditembak lebih dulu.

Tembakan awal dilepaskan laskar di TKP pertama, yang berlokasi di depan Hotel Novotel Jalan Internasional Karawang Barat.

Saat itu, empat Laksar FPI dari mobil, keluar dengan menenteng senjata tajam untuk menyerang mobil polisi. Merasa terancam, polisi lantas lepaskan tembakan peringatan ke udara sembari berteriak polisi.

Keempat orang laskar FPI lalu masuk lagi ke mobil usai tembakan itu dan setelahnya keluar lagi dua orang. Mereka pun menembak ke arah mobil polisi. Baku tembak mulai terjadi di sini, hingga akhirnya, enam Laskar FPI ditembak mati.

Dua orang tewas saat awal baku tembak, empat laskar lagi dibedil, sesaat setelah mereka mencoba merebut pistol aparat, dalam kondisi sudah ditangkap dan berada dala mobil polisi. (rwo)

Comments

comments