Sepanjang Oktober, Polri Terima Ratusan Laporan Dugaan Pidana Pilkada

Seorang pemilih sedang menggunakan hak pilihnya di Tempat Pemungutan Suara (TPS). Penegakan disiplin protokol kesehatan (prokes) pencegahan virus corona (COVID-19) Pilkada Serentak 2020 ditengarai membuat partisipasi rakyat untuk ikut pilkada menjadi rendah./Foto: Antara

Acuantoday.com, Jakarta―Sepanjang Oktober 2020, Polri menerima 320 laporan pelanggaran dugaan tindak pidana Pilkada Serempak 2020. Dari jumlah itu, baru 54 perkara yang baru diusut.

“Masuk tahap sidik ada 30 perkara, tahap 1 ada 3 perkara, P-21 ada 3 perkara, tahap 2 ada 7 perkara dan Sp-3 ada 11 perkara,” kata Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Awi Setiyono dalam keterangan tertulis, Selasa (3/11).

Disebutkan, laporan pelanggaran yang masif diadukan berkaitan dengan politik uang dan mahar politik, total ada tujuh perkara.

Namun, menurut Awi, laporan paling banyak justru terkait saling tindakan saling menguntungkan dan merugikan satu sama lain pasangan calon, sebanyak 26 perkara.

Awi lebih rinci menyebut, laporan pemalsuan (4 perkara), tidak melaksanakan verifikasi dan rekap dukungan (4 perkara), mutasi pejabat enam bulan sebelum paslon (2 perkara), menghilangkan hak seseorang jadi calon (2 perkara).

Kemudian, menghalangi penyelenggara pemilihan melaksanakan tugas (3 perkara), kampanye dengan menghina, menghasut, sara (3 perkara), kampanye dengan kekerasan atau ancaman atau menganjurkan kekerasan (1 perkara) dan kampanye melibatkan pihak yang dilarang (2 perkara).

Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengumumkan sudah ada 721 paslon atau 1.442 orang yang telah ditetapkan sebagai peserta Pilkada 2020. Mereka terdiri atas 24 paslon yang maju dalam pemilihan gubernur (pilgub) dan 697 paslon yang maju di pemilihan bupati (pilbup) dan pemilihan wali kota (pilwakot).

Sedangkan, total daerah yang akan melaksanakan pesta demokrasi yang agenda hari pencoblosannya 9 Desember mendatang tersebut, tersebar di 270 daerah dengan rincian 9 provinsi, 224 kabupaten, dan 37 kota. (rwo)

Comments

comments