Setelah Maliboro, Pedestrian Jalan Jenderal Sudirman Juga Bebas PKL

Kesibukan pengerjaan proyek pedestrian di Jalan Jenderal Sudirman seperti perapihan aspal di pinggir-pinggir jalan (trotoar) dan pembenahan kabel-kabel listrik yang melintang, Selasa (8/12).(cha)

Acuantoday.com, Yogyakarta- Setelah memberlakukan Malioboro sebagai kawasan pedestrian, Pemerintahan Kota Yogyakarta melanjutkan program revitalisasi kawasan Tugu Yogyakarta.

Kali ini, pemkot Yogyakarta juga memberlakukan Jalan Jenderal Sudirman yang dikenal dengan sebutan Malioboro II sebagai kawasan pedestrian.

Penataan jalan-jalan utama di seputar Kawasan Tugu Yogyakarta ini nantinya akan diterapkan di semua jalan yang khusus dijadikan jalur khusus pejalan kaki (pedestrian) yang bebas dari pedagang kaki lima (PKL).

Dari pantauan Acuantoday.com, Selasa (8/12/2020), terlihat kesibukan pekerja proyek pedestrian di Jalan Jenderal Sudirman seperti perapihan aspal di pinggir-pinggir jalan (trotoar) dan pembenahan kabel-kabel listrik yang melintang di atas.

Proyek pedestrian Jalan Jenderal Sudirman yang berada di Kecamatan Jetis ini diperkirakan dalam waktu dekat segera rampung. Jalur pedestrian atau di Indonesia biasa disebut dengan trotoar merupakan kawasan jalan khusus pejalan kaki. Area ini dibangun untuk melindungi hak-hak pejalan kaki dari kendaraan-kendaraan yang melintas di jalan utama.

Di sisi lain, salah satu perubahan yang bakal terjadi pasca proyek rampung yakni ditatanya PKL di sepanjang tersebut.

Camat Jetis, Sumargandi mengatakan rencananya PKL di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman kawasan Jetis akan dipindahkan ke tempat baru. Pihaknya sudah bekerja sama dengan Disperindag untuk memindahkan sejumlah PKL ke pasar.

“Kami sudah kerja sama dengan Disperindag, itu akan kita pindahkan ke Pasar Pingit rencananya begitu,” jelas Sumargandi.

Berdasarkan catatan Sumargandi, ada sebanyak 27 PKL yang bakal dipindahkan. Akan tetapi tak semua PKL mau menerima tawaran Kemantren Jetis direlokasi ke Pasar Pingit.

“Kemarin data ada sekitar 27 PKL. Hanya saja tidak semuanya ke sana, juga ada yang sudah nyari tempat sendiri. Sementara kemarin sudah ada yang daftar kita tampung dulu namti kita komunikasikan dengan Disperindag Kota Yogya,” ujarnya.

“Ini kemarin baru lima yang masuk untuk pendaftaran, sudah mengumpulkan KTP juga. Rencananya mendapatkan los masing-masing. Nanti setelah mendekati kita komunikasikan lagi dengan Disperindag untuk penempatannya,” ujarnya.

Sisanya, imbuh Sumargandi akan mencari tempat sendiri menyesuaikan yang mereka inginkan. Ia memastikan lokasi usaha baru nantinya bukan di tempat larangan berjualan.

“Intinya camat sudah memfasiltasi kalau tidak berkenan silahkan mencari tempat lainnya. Kemarin ridak ada yang keberatan mudah-mudahan nanti berjalan lancar,” tutur Sumargandi.

Selain PKL, beberapa lokasi parkir pun juga ditertibkan. Sumargandi menyebutkan pihaknya telah memberikan sosialiasi kepada jukir bila kedepannya kawasan Jalan Jenderal Sudirman tidak boleh dipakai untuk parkir. Sejauh ini sosialisasi telah dilakukan Kemantren Jetis pada November dan Desember.

“Sudah di komunikasikan PKL dan parkir di sekitar sini bahwa nanti tidak boleh parkir disini, dialihkan ke tempat lain,” sebut Sumargandi.

Rencananya, jajarannya baru ancang-ancang komunikasi dengan pihak pasar, juga dengan pihak di depan Kranggan yang menjadi lokasi untuk parkir dan di belakang pasar.

Selain itu Kebon Ndalem asli yang selama ini dijadikan Balai Kampung nantinya akan diajak kerja sama dengan penduduk kampung setempat untuk dikelola parkirnya. (cha)

Comments

comments