Siang Ini, Sejumlah Ormas Islam Demo Kedubes Prancis Tuntut Macron Minta Maaf

Dokumentasi - Presiden Prancis Emmanuel Macron dan istrinya Brigitte Macron (tengah) menunggu para tamu sebelum upacara di Elysee Palace untuk merayakan penetapan Kota Paris sebagai penyelenggara Olimpiade Musim Panas 2024, di Prancis, Jumat (15/9/2017). (ANTARA/REUTERS/Charles Platiau)

Acuantoday.com, Jakarta―Sejumlah organisasi masyarakat Islam berencana menggelar demonstrasi di depan Kedutaan Besar Prancis pada Senin (2/11) siang ini.

Unjuk rasa yang akan diikuti Koordinator Bela Islam (Korlabi), Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama, Front Pembela Islam (FPI), hingga Persaudaraan Alumni (PA) 212 itu menuntut Presiden Prancis Emmanuel Macron meminta maaf.

“Insya Allah jam 13 siang ini, tapi kami mungkin sebelumnya sudah mulai pembacaan maulid nabi Muhammad SAW,” kata Sekjen GNPF Ulama Edy Mulyadi kepada Acuantoday.com, Senin (13/11) siang.

Rencananya aksi bakal berlangsung di depan Kedubes Prancis dan rampung sekitar pukul 15.30 sore.

Sejumlah tokoh ormas akan berorasi dan membacakan tuntutan yang dialamatkan kepada Macron.

Edy tidak menyebutkan berapa massa aksi yang akan turun dalam aksi ini.

Selain menyatakan protes, massa aksi juga menuntut permohonan maaf dari Macron atas pernyataannya yang dianggap menyudutkan Islam, hingga berujung pada pemenggalan seorang guru di Prancis.

Pemenggalan itu menimpa terhadap seorang guru sejarah di Prancis bernama Samuel Paty (47 tahun) pada Jumat (16/10/2020) lalu.

Pelaku pemenggalan adalah Abdoulakh A, seorang pria berusia 18 tahun yang berasal dari Chechnya, yang diketahui sebagai ekstrimis.

Pemenggalan itu dilakukan setelah sang guru menunjukkan karikatur Nabi Muhammad di dalam kelas tentang kebebasan berbicara.

Dalam kelas itu, sang guru juga membahas kasus penyerbuan terhadap kantor majalah Charlie Hebdo setelah majalah itu merilis karikatur Nabi Muhammad. (rwo)

Comments

comments