Sidang Perkara COVID, Jaksa Sebut Pembelaan Jerinx Tak Berdasar

Sidang Perkara I Gede Ary Astina (Jerinx) secara virtual di PengadilanNegeri Denpasar, (Kamsi (1/10). Jaksa Penunut Umum (JPU) menilai eksepsi atau nota pembelaan melalui kuasa hukumnya tidak berdasar./Foto : Antara

Acuantoday.com, Denpasar- Jaksa Penuntut Umum (JPU) Otong Hendra Rahayu menyebutkan eksepsi atau nota pembelaan yang dibacakan pengacara terdakwa I Gede Ary Astina alias Jerinx SID tidak berdasar dan tidak dapat diterima.

“Semua alasan keberatan penasihat hukum tidak berdasar, maka kami mohon agar majelis hakim Pengadilan Negeri Denpasar yang memeriksa dan mengadili perkara terdakwa menyatakan surat dakwaan penuntut umum, telah disusun secara cermat dan jelas,” kata jaksa Otong Hendra Rahayu, dalam sidang virtual, di Denpasar, Kamis (1/10).

Ada tiga permohonan yang disampaikan JPU kepada Majelis Hakim Pengadilan Negeri Denpasar dalam persidangan tersebut. Pertama, memohon agar surat dakwaan JPU dinilai telah disususn secara cermat, jelas dan memenuhi syarat-syarat formil dan materiil sesuai pasal 143 ayat (2) KUHAP.

Selain itu, JPU juga menyatakan keberatan atas eksepsi yang disebutkan dari pihak penasihat hukum terdakwa untuk tidak dapat diterima. Ketiga, memerintahkan penuntut umum melanjutkan pemeriksaan atas nama terdakwa I Gede Ary Astina.

JPU menjelaskan, akibat posting-an Jerinx yang bernada provokatif itu, membuat kebencian dan/atau permusuhan dan/atau penghinaan atau pencemaran nama baik itu, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) merasa terhina dan dibenci oleh sebagian masyarakat Indonesia. IDI juga merasa dirugikan baik materiil maupun imateriil akibat posting-an tersebut.

Dalam persidangan yang berlangsung secara virtual tersebut, ketua majelis hakim Ida Ayu Adnya Dewi mengatakan akan menyusun putusan sela, sebelum dilakukan pemeriksaan pokok perkara.

“Oleh karena baik penasihat hukum sudah diberikan kesempatan menanggapi dakwaan, demikian pula JPU menanggapi eksepsi penasihat hukum terdakwa dan terdakwa. Kini giliran majelis hakim untuk menyusun putusan sela sebelum pemeriksaan pokok perkara,” kata Ida Ayu Adnya Dewi.

Selanjutnya, majelis hakim menetapkan agenda pembacaan putusan sela pada Selasa (6/10) pukul 10.00 WITA. “Untuk penuntut umum tetap menghadirkan terdakwa pada hari persidangan yang ditentukan,” ujarnya pula.(har)

Comments

comments