Singkap Insiden Kebakaran, Polisi Periksa Enam Saksi dari Kejagung

Karo Penmas Div. Humas Mabes Polri, Brigjen (Pol) Awi Setyono mengungkap perkembangan terbaru penyidikan kebakara Kejagung./Foto: Acuantoday.com (Rohman Wibowo)

Acuantoday.com, Jakarta―Penyidik Bareskrim Polri memeriksa enam saksi yang berasal dari Kejaksaan Agung dalam dugaan pidana kasus kebakaran Kejaksaan Agung (Kejagung), Senin (28/9). 

Mereka merupakan bagian dari 131 saksi yang terjaring, dan disebut sebagai saksi potensial dalam mengungkap peristiwa kebakaran disebabkan oleh kesengajaan atau kelalaian. 

“Pukul 10 pagi tadi penyidik telah melaksanakan pemeriksaan terhadap 6 orang saksi dari Kejaksaan Agung RI,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri Brigjen (Pol) Awi Setyono di Bareskrim Polri, Senin. 

Saksi dari kalangan internal Kejagung, sebelumnya mencatut nama pejabat di unti Kejaksaan Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen.   

Saksi yang diperiksa tak hanya dari kalangan internal Korps Adhyaksa itu, karena penyidik juga telah melayangkan surat panggilan kepada ahli di dua instansi: Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) 

“Satu saksi lagi kami panggil penjual dus cleaner merek top,” ujar Awi. 

Nama saksi terakhir, kata Awi, berguna untuk menggali petunjuk dari barang bukti yang diamankan di lantai 6 berupa dirigen cairan pembersih. Penyidik menduga penyebab kebakaran karena nyala api terbuka atau open flame memiliki sangkut paut dengan keberadaan dirijen tersebut. 

Tercatat, penyidik sudah melakukan pemeriksaan terhadap puluhan saksi hingga hari ini, yang meliputi saksi ahli hingga saksi di luar dan dalam Kejagung.

Penyidikan insiden kebakaran ini menuai atensi publik, seiring beredar spekulasi adanya upaya sabotase terhadap kasus-kasu korupsi besar yang tengah ditangani Kejagung. Mulai dari kasus suap Jaksa Pinangki, yang melibatkan koruptor kelas kakap Djoko Tjandra hingga kasus korupsi berjamaah di perusahaan milik negara (Jiwasraya). (rwo)

Comments

comments