Soal Bendera GAM Polri Tegaskan Situasi Aceh Kondusif

Dokumentasi - Pengibaran Bendera Gerakan Aceh Merdeka (GAM) berlambang Bulan Bintang. (Foto : Antara)

Acuantoday.com, Jakarta- Para mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) mencoba mengibarkan bendera bulan bintang saat momen Milad ke-44 GAM, Jumat (4/12) ini. Polri mengklaim pengibaran bendera yang identik dengan gerakan separatisme rakyat Aceh tersebut, tak memengaruhi situasi keamanan di sana.

Pengibaran bendera itu diawali dengan aksi demo oleh beberapa kelompok di sekitar kawasan Masjid Baiturrahman. Mereka menginginkan bendera bulan bintang menjadi lambang Aceh.

“Ada beberapa kelompok orang yang menyampaikan aspirasinya menuntut lambang bendera mereka untuk dimasukan ke lambang-lambang yang ada di Aceh. Kemudian sudah dilakukan mediasi dan pengamanan. Alhamdulillah situasi aman kondusif,” kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono di Bareskrim, hari ini.

Awi menuturkan belum menemui tindak pidana terkait aksi pengibaran bendera bulan bintang dalam Milad GAM. Karena massa aksi hanya menagih janji pemerintah pada waktu silam yang menyetujui bendera bulan bintang sebagai lambang Aceh.

“Menuntut bahwasanya dulu zaman perjanjian Helsinki itu ada (kesepakatan) tanda bendera mereka dicantumkan di (simbol) pemerintahan Aceh, tapi sampai sekarang belum teralisasi oleh pemerintah,” ujarnya.

Polemik memang masih terjadi soal pengibaran bendera bulan bintang di Tanah Serambi Mekah. Pangkalnya, pemerintah pusat menilai bendera itu khas bendera gerakan separatis.

Padahal sebelumnya, pada 25 Maret 2013, Pemerintah Aceh bersama DPR Aceh (DPRA) telah mengesahkan Qanun Nomor 3 Tahun 2013 tentang penetapan Bendera dan lambang Aceh.

Namun, pemerintah pusat jauh-jauh hari menentang pengibaran bendera itu dengan mengeluarkan Peraturan Pemerintah Nomor 77 Tahun 2007 tentang Lambang Daerah.

Di dalam penjelasan PP itu dijelaskan bahwa contoh bendera separatis adalah bendera bintang kejora di Papua dan bendera bulan bintang di Aceh. Atas dasar itu, pemerintah pusat tak langsung menyetujui bendera khas gerakan GAM itu sebagai bendera Aceh meskipun sudah melalui persetujuan di DPRA. (rwo)

Comments

comments