Soal Kebijakan Rem Darurat DKI, Airlangga Minta Anies Fleksibel

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dalam Konferensi Pers Strategi Pemulihan Ekonomi Nasional dan Peningkatan Pertumbuhan Ekonomi di Jakarta./Foto: Antara

Acuantoday.com, Jakarta – Rencana Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang akan menerapkan kembali Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) total pada 14 September 2020 ditanggapi Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

Ia minta Anies untuk menerapkan jam kerja fleksibel, ketimbangan PSBB total, seperti kembali ke tahap awal.

“Kami sudah menyampaikan bahwa kegiatan besar perkantoran melalui flexible working hours,” kata Menko Airlangga dalam Rakornas Kadin Indonesia di Jakarta, Kamis (10/9).

Dengan flexible working hours atau jam kerja yang fleksibel, maka kegiatan perkantoran masih bisa beroperasi melalui 50 persen pegawai bekerja di rumah (WFH) dan 50 persen di kantor.

“Sekitar 50 persen di rumah dan sisanya di kantor. Kemudian 11 sektor tetap terbuka,” ujar Menko Airlangga.

Bukan cuma soal PSBB, Airlangga juga menyoroti kebijakan Gubernur Anies terkait diberlakukannya kembali sistem ganjil genap.

Menurutnya, aturan sistem ganjil genap harus dievaluasi. Sebab, kontribusi peningkatan COVID-19 karena masyarakat harus bekerja dengan transportasi umum.

Airlangga menyebut, sebagian besar yang terpapar berdasarkan data yang ada, atau 62 persen―dari Rumah Sakit Kemayoran itu―terjadi di transportasi umum.

“Jadi, beberapa kebijakan perlu dievaluasi termasuk ganjil genap,” katanya.

Menko Airlangga juga menilai keputusan Gubernur Anies Baswedan yang mencabut PSBB transisi untuk memberlakukan kembali PSBB total telah membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di perdagangan di bursa efek Indonesia (BEI) merosot tajam.

IHSG di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis pagi (10/9) anjlok ke bawah level psikologis 5.000 yaitu pukul 9.25 WIB melemah 191,87 poin atau 3,73 persen ke posisi 4.957,5.

“Sampai hari ini index angka ketidakpastian akibat pengumuman Gubernur DKI menyebabkan pagi tadi indeks (IHSG) sudah di bawah 5.000,” tegasnya.

Di sisi lain, Airlangga mengatakan, keputusan Gubernur Anies Baswedan untuk menerapkan kembali PSBB total merupakan bentuk langkah “gas rem” dalam menekan kasus COVID-19 yang semakin meningkat.

“Kalau digas atau rem menandakan itu tentu kita harus menjaga kepercayaan dan confident public karena ekonomi ini tidak semua faktor fundamental tapi juga ada sentimen, terutama di sektor capital market,” kata Airlangga. (adi)

Comments

comments