Soal Kinerja KPK, ICW Tolak Penilaian Menkopolhukam

Gedung KPK di Jakarta.(Foto : Antara)

Acuantoday.com, Jakarta- Pernyataan Menkopolhukam Mahfud MD soal kinerja KPK di bawah kepemimpinan Firli Bahuri yang disebut lebih baik dari zaman sebelumnya, menuai protes. Bagi ICW, penilaian Mahfud tak berdasar data.

Menurut peneliti ICW Kurnia Ramadhana, kinerja komisi antirasuah di masa sekarang mengalami kemunduran. Misal dalam OTT di zaman Firli yang jauh lebih sedikit ketimbang kepemimpinan era sebelumnya. Tahun 2020 KPK hanya melakukan 7 tangkap tangan (di luar OTT UNJ). Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, dimana OTT pada 2019 (21 kali), 2018 (30 kali), 2017 (19 kali), dan 2016 (17 kali).

“Selaku Menkopolhukam, tentu akan lebih baik jika pak Mahfud MD berbicara menggunakan data, jadi tidak sebatas asumsi semata. Sebab, masyarakat akan semakin skeptis melihat pemerintah, jika pejabat publiknya saja berbicara tanpa ada dasar yang jelas,” kata Kurnia melalui keterangan tertulis, Selasa (29/12).

Belum lagi, kata Kurnia, hal kentara yang mencirikan turunnya kinerja lembaga antirasuah adalah terkikisnya kepercayaan publik. Merujuk hasil temuan berbagai lembaga survei, ia menilai bahwa terdapat degradasi kepercayaan publik terhadap KPK.

Terkikisnya kepercayan publik, dipantik kebijakan kontroversial pemerintah, yang dianggap melemahkan KPK dengan merevisi undang-undang dan memilih pimpinan yang jauh dari harapan.

“Kami menduga menurunnya kepercayaan publik kepada KPK tidak lain karena peran pemerintah, yakni tatkala mengundangkan UU KPK baru dan memilih sebagian besar Komisioner bermasalah,” tutur Kurnia.

Hal lain yang mesti dipahami Mahfud sebelum mengeluh-eluhkanb kinerja KPK era sekarang ialah soal banyaknya tersangka yang lari dibanding masa terdahulu.

Dari total lima tersangka yang melarikan diri di era Firli Cs, tercatat masih ada dua buronan yang belum ditangkap yaitu Harun Masiku dan Samin Tan.

“Sampai hari ini salah satu buronan kasus korupsi, mantan calon legislatif asal PDIP, Harun Masiku, tidak mampu diringkus oleh KPK. Padahal melihat rekam jejak KPK selama ini, harusnya tidak sulit untuk menangkap yang bersangkutan,” imbuh Kurnia.

Mahfud dalam diskusi virtual, kemarin Senin (28/12) berujar kinerja KPK di bawah kendali Firli dalam setahun belakang menuai prestasi. Yang paling disorot adalah penangkapan sejumlah pejabat, mulai dari menteri, bupati, wali kota hingga wakil rakyat di DPR, DPD dan DPRD.

Mahfud lantas membandingkan capaian Filri cs dengan masa kepemimpinan Agus Rahardjo, yang menurutnya tidak bisa berbuat apa-apa dalam tahun pertama. (rwo)

Comments

comments