Soal Larangan Mudik, Begini Respon Ketua Banggar DPR

Dokumentasi. Sejumlah kendaraan melintas di pintu keluar tol Cipali Palimanan, Cirebon, Jawa Barat, Jumat (23/12). Arus mudik libur Natal dan Tahun Baru di Tol Cipali terpantau lancar./Foto:Antara/Dedhez Anggara/foc.

Acuantodau.com, Jakarta  – Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR, Said Abdullah, meminta pemerintah mengkaji kembali larangan mudik pada Hari Raya Idul Fitri tahun ini.

“Pandemi COVID-19 tidak serta merta membuat kita memilih jalan pintas dengan sekedar melarang mudik.  Justru momentum ini harus kita kelola sebagai “exercise” untuk membiasakan rakyat hidup normal baru,” ujar Said melalui keterangan  tertulis, Senin (5/4).

Said mengatakan, pemulihan kesehatan masyarakat akibat pandemi kini menuju ke arah yang baik seiring dengan program vaksinasi, harus terus dijaga.

“Namun kaca mata kita tidak boleh hanya kaca mata kuda, hanya menimbang pemulihan kesehatan rakyat sebagai satu satunya dasar pengambilan kebijakan,” katanya.

Menurut Said, kebijakan publik yang baik adalah menimbang banyak aspek secara komprehensif. Selain aspek kesehatan, lanjutnya, aspek ekonomi juga tak dapat dikesampingkan begitu saja.

“Saya tidak sedang mempertentangkan antara aspek kesehatan dan ekonomi rakyat. Keduanya adalah hal penting,” ujar Said.

Pemerintah melalui Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) secara resmi 26 Maret 2021 lalu melarang mudik lebaran terhitung dari 6 sampai 17 Mei 2021.

Pertimbangan pemerintah melarang mudik sebagai upaya mencegah kenaikan kasus positif COVID-9. Sebab dari pengalaman, berbagai libur panjang selama 2020 sampai 2021 yang disertai tingginya mobilitas warga ke kampungnya, berdampak terhadap melonjaknya jumlah kasus positif COVID-19.

Said mengatakan, lebaran dengan tradisi mudiknya adalah peristiwa budaya sekaligus ekonomi, terutama di Pulau Jawa yang berkontribusi 58 persen terhadap PDB nasional.

Mobilitas orang dari pusat kota sebagai pusat ekonomi ke desa atau kampung halaman saat mudik memberi pengaruh besar. Selain itu, secara ekonomi jelasnya, mudik mendorong tingkat konsumsi rumah tangga lantaran akan banyak sektor ikutan yang terdampak. (Bram/Antara)

 

Comments

comments