Soal Pembangunan Dayah Al-Ikhwan, Kadisdik Farid: Tidak Ada Unsur Politis!

Kadis Pendidikan Dayah Aceh Selatan, Drs Farid Wajdi diruang kerjanya.

Acuantoday.com, Aceh Selatan— Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh Selatan, Farid Wajdi menyatakan, pembangunan dayah-dayah yang mati suri akan diaktifkan kembali sesuai kebutuhan.

“Pembangunan Dayah berdasarkan kebutuhan, bukan keinginan saja. Dengan demikian pembangunan bidang keagamaan akan semakin maju dimasa mendatang,” ujar Farid Wajdi di Tapaktuan, Rabu (07/4/2021).

Dalam kesempatan itu dia membantah pembangunan Asrama Dayah Al-Ikhwan dari dana Otsus Tahun 2020 terdapat perjanjian politik saat pemenangan Azam.

Pembangunan Asrama Dayah Al-Ikhwan di Gampong Panton Rubek, Labuhanhaji Barat, tegasnya, tidak ada unsur perjanjian politik  sebagaimana dituding oleh pihak LSM LIBAS. “Itu sama sekali itu tidak benar! Kami ulangi bahwa tidak benar,” ucapnya.

Dayah Pesantren Al-Ikhwan

Menurut Farid Wajdi, membangun Dayah berarti melaksanakan kekhususan Aceh yang tertuang dalam Undang-Undang Pemerintah Aceh (UUPA), karena Aceh dikenal dengan serambi Mekkah dan lembaga pendidikan tertua di Aceh adalah Dayah.

Menurutnya, saat ini dayah di Aceh Selatan masih banyak yang belum memiliki sertifikat tanah atas nama dayah. “Kita masih menjumpai dayah atas nama pribadi, sehingga sulit bagi pihak dinas untuk merealisasi pembangunan ponpes/dayah dengan menggunakan anggaran pemerintah,” jelas Farid.

Karenanya ia mengimbau pimpinan dayah untuk segera mengurus sertifikat tanah atas nama dayah atau yayasan, jangan atas nama pribadi.

Lebih lanjut, Kadisdik Dayah Farid Wajdi menyebut, Aceh Selatan memiliki sebanyak 96 dayah,  40 di antaranya memiliki tipe sedang. Selebihnya, 56 dayah non tipe.

Membangun keseluruhan dayah tersebut, lanjutnya, memerlukan anggaran yang sangat besar, tentu tidak semua bisa ter-cover dalam waktu singkat. Akibatnya ada beberapa pihak yang merasa tidak diperhatikan tidak puas dengan sistim pembangunan bergilir dan skala prioritas yang ditetapkan.

“Kita memahami hal tersebut. Ke depannya kita berupaya untuk memperhatikan dayah yang lain yang lebih membutuhkan,” ujarnya.

Sebelumnya, disampaikan oleh Pimpinan Dayah Al-Ikhwan Tgk Armisli, pembangunan fasilitas Asrama sesuai perjanjian saat Pilkada 2018 lalu. “Perjanjian kita saat Pilkada Pemenangan Azam (Azwir dan Tgk Amran) lalu, Dayah Al-Ikhwan akan dibangun komplet dan Alhamdulillah sekarang sudah direalisasikan walaupun fasilitasnya belum lengkap,” kata Tgk Armisli, Sabtu, 27 Maret 2021.

Diungkapkannya, ada beberapa pihak yang tidak suka pembangunan fasilitas Dayah Al-Ikhwan yang berada di Gampong Panton Rubek, Kecamatan Labuhanhaji Barat, Aceh Selatan.

“Banyak fitnah-fitnah yang kita dengar. Pembangunan fasilitas di lembaga pendidikan agama sesuai amanah yang disampaikan Bupati Aceh Selatan kepada dinas terkait untuk memperhatikan Dayah Al-Ikhwan tiap tahun.”

“Harapan kita fasilitas yang belum tersedia di Kompleks Dayah Al-Ikhwan, dapat dibantu sesuai amanah yang disampaikan dan kalau sudah lengkap tentu saja akan aktif kembali,” paparnya Panjang-lebar. (Nai)

Comments

comments