Soal Populisme Islam, Menteri Agama Dapat Kritik Keras

Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas. (Foto : Biro Pemberitaan Sekretariat Negara.

Acuantoday.com, Jakarta – Pernyataan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas yang akan memerangi populisme Islam di Indonesia mendapat tanggapan keras dari berbagai pihak. Pasalnya, pernyataan Yaqut soal populisme Islam seakan menuduh agama Islam sebagai biang konflik di Indonesia.

Menanggapi pernyataan kontroversi Yaqut ini, Ketua Umum Rekonsiliasi Masyarakat (Rekat), Eka Gumilar mempertanyakan maksud populisme Islam yang disebut Yaqut. Menurut Eka, sebagai pejabat negara terlebih seorang Menteri Agama, harus adil karena pernyataan tersebut seolah Islam yang hanya dikhawatirkan.

“Memang tidak ada populisme agama lain? Kenapa lebih mengawasi dan mengkhawatirkan Islam yang memang disini sudah besar dan terbesar? Mari adil,” tulis Eka Gumilar di twitternya, Senin (28/12).

Politikus Partai Gerindra ini juga menanyakan agama Yaqut saat ini, karena pernyataan Yaqut tidak menggambarkan dirinya sebagai pemeluk Islam. “Agama Menag sendiri apa?” tanya dia.

Selain Eka Gumilar, Anggota Komisi I DPR RI Fadli Zon juga ikut menanggapi pernyataan Yaqut terkait populisme Islam. Fadli mengajak Yaqut membuka ruang debat untuk membahas soal populisme Islam.

“Ayo kita berdebat di ruang publik apa itu “populisme”, “populisme Islam” dan apa urusannya Menag ngurusi ini. Apa tupoksinya?” kata Fadli Zon.

Sebelumnya, Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas mengatakan, pihaknya tidak akan membiarkan populisme Islam berkembang di Indonesia. Populisme merupakan usaha untuk menggiring agama menjadi norma konflik.

“Agama dijadikan norma konflik itu dalam bahas ekstremnya, siapapun yang berbeda keyakinannya, maka dia dianggap musuh dan karenanya harus diperangi. Istilah kerennya itu populisme Islam,” ujar Gus Yaqut dalam sebuah acara webinar lintas agama, Minggu (27/12) kemarin.

“Dan saya tidak ingin, kita semua, tentu saja tidak ingin populisme Islam ini berkembang luas sehingga kita kewalahan memeranginya,” lanjut Ketua GP Ansor ini. (rht)

Comments

comments