Soal Tuduhan Pelanggaran HAM Berat TP3 FPI, Ketua Komnas HAM: Harus Ada Bukti Meyakinkan

Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik ./Foto: Acuantoday.com (ali)aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa

Acuantoday.com, Jakarta—Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik mengingatkan harus ada bukti yang meyakinkan bahwa ada pelanggaran HAM berat dalam kasus bentrok antara Laskar FPI dengan petugas polisi Polda Metro Jaya.

Ia mengatakan, memang mudah bagi Tim pengawal peristiwa pembunuhan (TP3) laskar Front Pembela Islam (FPI) menuduh ada pelanggaran HAM dalam kasus tewasnya enam laskar Front Pembela Islam (FPI),

“Kalau kita perhatikan sampai hari ini itu tidak maju-maju itu kasusnya. Kenapa? Memang tidak mudah untuk membuktikan apa yang kita sebut sebagai pelanggaran HAM berat,” kata Dosen Magister Sosiologi FISIP USU itu, di Jakarta Minggu (14/3).

Mantan Member Indonesia Representative for Child Rights itu menerangkan, sebenarnya langkah Tim TP3 laskar Front Pembela Islam (FPI) yang ingin membawa ke Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) dan dikomandoi mantan penasihat KPK, Abdullah Hehamahua tidak tepat.

Terlebih kasus itu sudah pernah diselidiki Komnas HAM.

“Jadi kalau teman TP3 katanya mau ke ICC, Komnas HAM itu sudah duluan untuk 12 kasus ini,” ujarnya.

Menurut eks Konsultan Lepas Proyek Penanganan Anak Korban Konflik Berbasis Masyarakat, Save the Children Aceh itu, kalau pun Komnas HAM diminta membawa kasus ke ICC, itu juga terhalang karena Indonesia bukan negara anggota Statuta Roma.

“ICC apa jawabnya kepada kami, ‘kalian bukan negara pihak, karena itu selesaikan dengan sistem hukum di negara kalian’,” pungkasnya. (mmu)

Comments

comments