Sprindik Terhadap Menteri BUMN Palsu, Ini Penjelasan KPK

Acuantoay.com, Jakarta – Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Firli Bahuri, memastikan surat perintah penyidikan (sprindik) yang beredar terkait dengan dugaan korupsi pengadaan alat kesehatan rapid test COVID-19, terhadap Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohi,  palsu.

“Ini jelas palsu. Saya tidak pernah menandatangani surat tersebut,” kata Firli melalui keterangannya, Kamis .

Ia pun  memerintahkan Kedeputian Penindakan untuk mengungkap pelaku pemalsu sprindik tersebut.

“Deputi Penindakan (Karyoto) saya perintahkan untuk ungkap pelakunya,” kata Firli.

Sebelumnya beredar sprindik dengan kop surat “Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia”, terkait dugaan penerimaan hadiah atau janji kepada pegawai negeri atau penyelenggara negara terkait dengan pengadaan alat kesehatan rapid test COVID-19, melalui PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) yang dilakukan Menteri BUMN, Erick Thohir.

Dalam sprindik juga disebut memberi perintah kepada empat penyidik KPK, salah satunya Novel Baswedan. (Dani/Ant)

 

 

 

Comments

comments