Stafsus Menteri BUMN Arya Sinulingga Dilaporkan ke Polisi

Ketua Umum Pospera, Mustar Bona Ventura Manurung sekaligus pelapor (kiri), dan Sarmanto, Ketua LBH Pospera (kanan) melaporkan Stafus Menteri BUMN ke Bareskrim Polri, Jakarta, Senin (16/11) atas ucapan Arya Sinulingga yang menuding Komisaris BUMN dari kader Pospera telah membuat rugi keuangan negara. (Foto: Rohman Wibowo/Acuantoday.com)

Acuantoday.com, Jakarta- Arya Sinulingga, Staf Khusus merangkap Juru Bicara Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), resmi dilaporkan Lembaga Bantuan Hukum Posko Perjuangan Rakyat (Pospera) ke Bareskrim Polri, Senin (16/11).

Laporan tersebut merupakan buntut dari pernyataan Arya yang dinilai menghina dan memfitnah Pospera. Arya menyebut Komisaris BUMN yang berasal dari Pospera telah membuat rugi keuangan negara.

Usai menyampaikan pengaduan, Ketua Umum Pospera Mustar Bona Ventura Manurung didampingi puluhan massa anggota dan simpatisan Pospera bersama beberapa pimpinan organisasi yang terafiliasi sebagai relawan Presiden Joko Widodo keluar dari ruang SPKT Bareskrim Polri dengan membawa surat tanda terima laporan polisi bernomor: LP/B/0647/XI/2020/Bareskrim.

Mustar menjelaskan pelaporan ini sebagai tindak lanjut ultimatum yang sebelumnya dilayangkan ke Arya, setelah batas waktu ultimatum 3×24 jam permintaan maaf tidak digubris Arya.

“Pospera merasa sangat dirugikan, dan dicemarkan nama baik kehormatan organisasi, maka mau tidak mau kami harus melaporkan atas tindakan dan fitnah yang tidak bertanggung jawab oleh Jubir Kementerian BUMN, staf khusus Arya Sinulingga,” kata Mustar usai melapor di Bareskrim Polri.

Mustar menuturkan, pernyataan Arya tidak didasari data dan fakta. Sebab, hasil penelusuran keuangan Pospera, fakta yang mereka temukan justru sebaliknya. Kinerja keuangan tujuh BUMN yang diisi orang dari Pospera justru untung. Mustar mencontoh, Perum Damri, yang diklaim meraup laba hingga Rp43 miliar pada 2019 lalu.

“Trennya semuanya untung tujuh-tujuhnya dan menurut saya menghasilkan deviden untuk negara, artinya bahwa Arya Sinulingga ini tidak menguasai data, asal bicara tanpa data dan ini menyebarkan kebencian,” katanya.

Pospera sendiri membawa barang bukti berupa tangkapan layar di media sosial, yang menampilkan ucapan Arya pada sebuah grup WhatsApp pada Kamis (5/11) lalu, “Banyak perusahaan yang komisarisnya Pospera selama 5 tahun pada rugi semua… bikin pusing memang,” kata Arya dalam postingan di grup WA Membangun Negeri, yang tidak ada sama sekali anggota Pospera.

Mustar berjanji akan terus mengawal laporannya ini. Ia bersama anggota Pospera lainnya akan menunggu respons dari polisi kapan akan memulai proses penyelidikan perkara ini.

Dalam perkara ini, Arya disangkakan Pasal 27 jo Pasal 28 UU 11/2018, sebagaimana diubah dalam UU 19/2016 tentang UU ITE, dengan ancaman hukuman paling lama 4 tahun penjara. (rwo)

Comments

comments