Sudah Dilarang, Gubernur Jabar Tegaskan Sudah Cegah Kerumuman Massa Rizieq Shihab

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil klaim sudah cegah dan larang acara Rizieq di Megamendung, Bogor, Jawa Barat. Foto: Rohman Wibowo (Acuantoday.com)

Acuantoday.com, Jakarta- Gubernur Ridwan Kamil akhirnya rampung jalani pemeriksaan polisi, setelah 7 jam lamanya. Emil, begitu akrab disapa, mengklaim kepada penyidik bahwa sudah berupaya mencegah kerumunan massa dalam acara Rizieq Shihab di Megamendung, Bogor, Jawa Barat.

Lobi-lobi dari aparat kepada pihak terkait, baik soal acara dakwah di Markas Syariah dan dan peletakkan batu pertama di mesjid Pondok Pesantren Agrokultural, telah dilakoni. Hanya saja, kata Emil, ada kondisi yang ada di luar kendali sehingga tumpah ruah massa di lapangan tak terelakkan.

“Sudah dilobi oleh Kodim untuk mengingatkan potensi kerumunan, jadi tindakan pencegahan itu sudah dilakukan. Kemudian dalam hari H-nya, ternyata ada euforia dari masyarakat yang bukan mengikuti tapi hanya ingin melihat juga. Itu yang membuat situasi jadi sangat masif,” kata Emil usai diperiksa di Bareskrim Polri, Jumat (20/11).

Dalam kondisi yang tak terkendali seperti itu, ia berpendapat, pemerintah dan aparat hanya punya dua pilihan, yakni represif membubarkan paksa massa seraya menghentikan acara atau melalui cara humanis dengan hanya mengimbau.

Kemudian cara kedua lah yang dipilih, dengan pertimbangan kondusifitas guna menghindari potensi gesekan antara aparat dan massa. Kendati begitu, protokol kesehatan jadi dilanggar dan tepat di sini pemerintah dan aparat mesti menanggung konsekuensinya.

“Maka pilihan dari Pak Kapolda Jabar saat itu memutuskan pendekatan humanis nonrepresif. Walaupun akhirnya, pilihan-pilihan itu memberi konsekuensi pada institusi kepolisian yang saya sangat hormati terkait hal itu,” ujar Emil.

Langkah pencegahan lain, ujarnya, dengan tidak memberi izin untuk segala kegiatan FPI yang bisa mengundang massa banyak di Megamendung. Hal ini merespons, klaim FPI yang bilang mengantongi izin kegiatan dari pemerintah untuk melangsungkan acara pada Jumat (13/11) lalu itu.

“Saya sampaikan bahwa itu tidak betul, secara prosedur tidak betul, secara klaim juga saya nyatakan tidak betul. Makanya biar kepolisian saja yang membuktikan,” klaim Emil.

Meski begitu, Emil meminta maaf kepada publik atas kekurangan kepemimpinannya, wabilkhusus atas kejadian kerumunan massa acara Rizieq ini.

“Jika ada peristwa-peristiwa di tanah Jabar yang kurang berkenan, masih belum mmaksimal tentunya saya minta maaf, kelebihan kekurangan tentu menjad tanggung jawab saya,” katanya. (rwo)

Comments

comments