Sudah Jadi Mensos, Blusukan Risma Disarankan Berskala Nasional

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini./Foto : Antara

Acuantoday.com, Jakarta- Aksi blusukan yang dilakukan oleh Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini di bantaran Kali Ciliwung dan bertemu pemulung menuai kritik. Pasalnya, langkah tersebut dinilai keliru dan biasa dilakukan oleh pejabat lurah.

“Risma ini menteri sosial, skalanya nasional. Harusnya berpikir besar dan luas. Pikirkan tuna wisma di seluruh Indonesia. Jangan sampai ada Menteri mengambil tugas Lurah, sedangkan berjuta-juta orang miskin dibiarkan menunggu Bansos yang tak kunjung turun,” kata Pengamat Politik LAWAN Institut, Muhammad Mualimin, Rabu (30/12).

Menurut Mualimin, aksi blusukan Risma ke Kali Ciliwung dan bertemu pemulung ini sarat motif politik ketimbang kebijakan strategis. Aksi yang sempat viral itu, menurutnya dirancang agar popularitas Risma melambung tinggi guna menyaingi Gubernur Jakarta, Anies Baswedan yang dikenal suka bekerja di dalam ruangan.

“Pada 2016 Risma sudah ingin maju calon gubernur Jakarta. Tapi PDIP pilih Ahok. Sekarang Megawati merestui Risma ditunjuk Jokowi jadi Mensos untuk mengerek namanya, lalu perlahan dirancang untuk mendompleng Anies. Kalau 2022 Anies bisa dikalahkan, dendam politik PDIP di Ibukota lunas terbalaskan,” ucapnya.

Bahkan, kata Mualimin, tempat penyanggah Anies Baswedan saat ini telah diruntuhkan terlebih dahulu sebelum Risma ditarik menjadi Mensos.

Rizieq Shihab, FPI, pendukung Anies sudah lebih dulu dikekang dengan kasus hukum masing-masing. Kondisi ini menguntungkan PDIP. Anak buah Megawati tinggal fokus menyerang Anies, sedangkan Risma diberi panggung seluas-luasnya untuk mengeksplorasi popularitasnya di mata kaum pinggiran Jakarta.

“Kalau skenario ini berhasil, Pilgub 2022 Risma pasti sukses menggusur Anies,” tutupnya. (rht)

Comments

comments