Sudah Sebulan, Kemenhub Diminta Evaluasi Komprehensif Insiden SJ182

Menhub Budi Karya meninjau lokasi ditemukannya serpihan pesawat Sriwijaya Air SJ 182. (Foto : Kemenhub)

Acuantoday.com, Jakarta- Anggota DPR RI, Muhammad Aras mendesak Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk melakukan tindakan komprehensif, pasca insiden jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ182 di perairan Kepuluan Seribu. Pasalnya, insiden kecelakaan tersebut sudah hampir memasuki satu bulan.

“Kami meminta pada kemenhub untuk segera lakukan evaluasi komprehensif menyeluruh untuk memastikan tindakan yang harus diambil,” kata Aras kepada Wartawan, Kamis (4/2).

Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini menuturkan, pihak Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) belum memberikan hasil yang signifikan pada investigasi jatuhnya pesawat Sriwijaya Air tersebut. Lanjut dia, KNKT sudah melakukan pekerjaan yang baik dalam melakukan investigasi jatuhnya pesawat tersebut.

“Ditambah KNKT mempelajari dan belum ada hasilnya karena emang butuh waktu. Tapi semua sudah bekerja sesuai koridor dan memang bencana ini kan tidak terduga,” ucapnya.

Politisi asal Sulawesi Selatan (Sulsel) ini memaparkan, sangat penting bagi perusahaan maskapai untuk memastikan keamanan kepada para masyarakat. Hal itu ditambah dengan lesunya industri penerbangan dimasa pandemi Covid-19, dimana jumlah aktifitas penerbangan dibatasi untuk menghindari penyebaran Covid-19.

“Naik turunnya tingkat kepercayaan masyarakat pada industri penerbangan yang menjadi tolak ukurnya keamanannya,” paparnya.

Lebih jauh Aras, normalisasi pasca insiden SJ-182 dilakukan secara efektif. Ia juga meminta kepada Kementerian perhubungan untuk melakukan tindakan pengawasan yang lebih ketat pada seluruh industri maskapai di Indonesia.

“Kami berharap bahwa recovery dilakukan secara cepat dan Kemenhub memperketat pengawasan terkait dengan seluruh maskapai yang ada,” tutupnya.

Seperti diketahui, insiden jatuhnya Pesawat Sriwijaya Air dengan kode penerbangan SJ-182 hampir memasuki waktu sebulan. Pesawat tersebut dinyatakan hilang kontak pada Tanggal (9/1). (rht)

Comments

comments