Sudah Torehkan Tinta Emas, Menkes Budi akan Lanjutkan Suksesi Terawan

Terawan Agus Putranto (kiri) saat menerima cinderamata dari penggantinya Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin. (Foto: Tangkapan layar YouTube Kemenkes)

Acuantoday.com, Jakarta- Menteri Kesehatan anyar, Budi Gunadi Sadikin memandang Terawan Agus Putranto sebagai sosok yang telah memberikan sumbangsih besar bagi kemajuan dunia medis dan pelayanan kesehatan di Indonesia, terlebih dalam penanganan pandemi COVID-19.

Bagi Budi, Terawan sudah menorehkan tinta emas bagi sejarah perjalanan Kementerian Kesehatan, layaknya menteri-menteri terdahulu.

“Terima kasih dok, dokter sudah menorehkan tinta emas di bab terakhir dalam buku sejarah kehidupan Kementerian Kesehatan. Saya bersyukur bahwa dokter sudah menuliskan catatan emas yang sangat menarik dan membanggakan, untuk kita baca,” kata Budi dalam momen serah terima jabatan Menteri Kesehatan di Auditorium Siwabessy, Kementerian Kesehatan, Selasa (29/12).

Budi Gunadi menegaskan komitmennya melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan sebagai Menteri Kesehatan yang pernah dilakukan Terawan Agus Putranto.

Menuur Budi Gunadi, apa yang sudah dilakukan Terawan dalam memerangi pandemi, sudah dalam jalan seharusnya dan tinggal dilanjutkan. Tugas jangka pendek yang diembankan Presiden Joko Widodo di masanya, sudah lebih dulu dikerjakan dengan baik oleh Terawan.

“Vaksinasi meneruskan yang sudah dilakukan oleh dokter Terawan dan juga memastikan kami bisa menjalankan program untuk mengatasi pandemi ini yang juga sudah dimulai oleh dokter Terawan,” tutur Budi.

Buat Budi, Terawan merupakan sosok pengingat terhadap ayah mertuanya, yang juga seorang dokter tentara dengan spesialisasi radiologi. Kedua sosok itu dalam ingatannya adalah individu yang bekerja di balik layar secara keras dalam membantu kesehatan masyarakat.

“Dok, kami atas nama Republik Indonesia dan juga Kementerian Kesehatan menyampaikan penghargaan setinggi-setingginya. Secara pribadi juga saya haturkan kepada dokter terawan,” ucap Budi.

Rasa bangga Budi terhadap kerja Terawan, sampai-sampai membuat dirinya mengarang puisi. Begini bunyinya:

“Terdengar hujan di saat deras mengubah tanah menjadi emas, dokter Terawan sudah bekerja keras, tugas kita melanjutkan sampai tuntas.” (rwo)

Comments

comments