Sukses Tangani Pencemaran Sungai Bengawan Solo, Ganjar Dapat Pujian Anggota DPR  

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat menerima kunjungan kerja DPR RI/Antara

Acuantoday.com, Semarang — Langkah Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dalam menangani kasus pencemaran aliran Sungai Bengawan Solo mendapat acungan jempol dari para anggota DPR RI.

“Saya mengapresiasi langkah Gubernur Jateng dalam penanganan limbah ini. Solusinya sangat bagus, jadi ada jalan tengah yang diambil agar lingkungan baik, namun ekonomi tidak hancur. Solusi yang sangat baik,” kata Anggota Komisi III DPR, Aboe Bakar Al-Habs, seperti dikutip Antara.

Aboe dan sejumlah anggota Komisi III DPR RI  melakukan kunjungan kerja  ke Semarang,Jumat (18/9).

Politisi PKS itu menyebut langkah Ganjar sudah tepat, karena selain dapat mengendalikan pencemaran lingkungan, juga membuat perekonomian tetap berjalan.

Hal senada disampaikan Arteria Dahlan. Anggota Fraksi PDI Perjuangan ini menilai langkah Ganjar patut dijadikan contoh oleh pemerintah daerah lainnya.

“Penegakan hukum sudah hadir, dengan mengedepankan kearifan lokal dan humanis,” katanya.

Cara Ganjar, lanjut dia, patut ditiru oleh pemerintah daerah lain karena tidak langsung menindak pelanggaran secara hukum, tapi mengumpulkan, melakukan sosialisasi, pemetaan mendalam dan kajian hingga rencana aksi patut diapresiasi.

Ia menilai, langkah Ganjar memberikan waktu satu tahun bagi pengusaha memperbaiki pengelolaan limbahnya  sangat tepat.

Di hadapan sejumlah legislator, Ganjar dengan memaparkan berbagai persoalan pencemaran lingkungan, khususnya di aliran Sungai Bengawan Solo.

“Di sekitar bantaran Sungai Bengawan Solo itu ada banyak perusahaan besar, industri kecil, peternakan babi, hotel, rumah sakit, dan beberapa tempat lain yang menjadi penyebab pencemaran. Kami sudah menerjunkan tim khusus untuk menangani persoalan ini, tiap hari saya minta laporannya,” katanya.

Ganjar menjelaskan, dirinya memanggil pengelola perusahaan, industri kecil dan peternakan yang melakukan pencemaran lingkungan di aliran Sungai Bengawan Solo. Mereka diminta melakukan perbaikan pengelolaan limbahnya dalam waktu setahun, tenggatnya Desember tahun ini.

“Beberapa sudah melakukan perbaikan, tapi ada sejumlah kendala termasuk ada yang kesulitan menginstal teknologi limbahnya karena impor, teknisinya tidak bisa masuk ke Indonesia karena COVID-19,” ujarnya. (Yosi)

Comments

comments