Sultan HB X Imbau Lansia Tak Takut Divaksin Covid-19

Gubernur DIY Sri Sultan HB X mendapat vaksin Covid-19 kategori lansia. (Foto : Chaidir/Acuantoday.com)

Acuantoday.com, Yogyakarta- Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X bersama istri, GKR Hemas, melaksanakan vaksinasi Covid-19 di Ruang Medical Check Up, Gedung IGD RSUP dr Sardjito, Yogyakarta, Sabtu (13/3/2021). Turut hadir mendampingi yakni Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X, Kepala Dinas Kesehatan DIY drg Pembajoen Setyaningastutie, dan Direktur RSUP dr Sardjito dr. Rukmono Siswihanto.

Ditinjau dari usia, Sri Sultan dan GKR Hemas masuk dalam kategori lansia, yang merupakan sasaran prioritas vaksin Covid-19 tahapan kedua. Seperti proses vaksinasi Covid-19 lansia pada umumnya, terlebih dulu Sri Sultan dan GKR Hemas melakukan registrasi dan pemeriksaan kesehatan. Selanjutnya, secara berurutan, Sri Sultan dan GKR Hemas diberikan suntikan vaksin Covid-19 merek Sinovak yang prosesnya berlangsung kurang dari lima menit. Usai dilakukan vaksinasi, tidak ada Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) pada kesehatan Sultan HB X maupun GKR Hemas.

GKR Hemas mendapat vaksin Covid-19 kategori lansia. (Foto : Chaidir/Acuantoday.com)

Usai mendapat vaksin kepada wartawan Sultan HB X menyampaikan imbauan kepada seluruh masyarakat khususnya lansia, agar tidak takut divaksin. “Saya berharap bahwa lansia di Indonesia, khususnya di Yogyakarta, mari kita sambut harapan pemerintah kita. Semoga kita juga bisa menjaga dari pandemi dan kita juga bersedia melakukan vaksinasi. Tidak sakit. Saya berharap Bapak Ibu semuanya yang divaksin, yang lansia ini, tetap dalam keadaan sehat. Mari kita sama-sama menjaga kesehatan kita,” tutur Sri Sultan.

Sri Sultan menambahkan harapan agar kesempatan pemerintah memberikan vaksin Covid-19 kepada masyarakat dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya. “Dengan harapan, kita sama-sama menjaga kesehatan, sehingga pandemi ini lebih cepat berakhir, khususnya di Yogyakarta. Nggak usah takut, nggak usah punya kekhawatiran, lakukan saja. Imunitas akan menyertai Bapak Ibu semuanya,” tambahnya

Sementara itu, GKR Hemas mengajak mengajak kaum lansia dan juga khususnya seluruh masyarakat Yogyakarta untuk divaksin, menghindari kemungkinan-kemungkinan yang terjadi pada kita semua. Semoga kita semua di Jogja selalu dalam keadaan aman,” kata GKR Hemas.

Pada hari yang sama dengan pelaksanaan vaksinasi Sri Sultan dan GKR Hemas, RSUP dr Sardjito turut mengundang 43 lansia di DIY untuk divaksinasi. Lansia tersebut berasal dari perwakilan Komisi Daerah (Komda) lansia, tokoh agama, dan civitas akademika seperti UGM, UNY, ISI Yogyakarta, dan UPN Veteran Yogyakarta.

Kepala Dinas Kesehatan DIY, Pembajoen Setyaningastutie mengatakan bahwa semua lansia yang diundang tersebut sangat kooperatif untuk hadir dan menjalani vaksinasi. “Sudah sebagian besar divaksin, hanya ada dua yang ditunda,” jelasnya. Penundaan vaksinasi tersebut disebabkan karena tensi tinggi.

Pembajoen menambahkan, sosialisasi vaksinasi pada lansia harus gencar dilakukan. “Beliau-beliau ini adalah prioritas di tahap kedua. Sebenarnya tidak ada penolakan, tapi beliau-beliau para lansia, tidak tahu kalau ada undangannya, mendaftarnya ke mana. Jadi ini yang terus kita sosialisasikan, agar pendamping-pendamping atau keluarga bisa membantu,” jelas Pembajoen.

Sedangkan Direktur RSUP dr Sardjito dr Rukmono Siswihanto menjelaskan secara klinis lansia itu rentan tertular. Yang kedua, kalau tertular, risiko kematian tinggi. “Sehingga kalau kita bisa upayakan para lansia untuk vaksinasi, dampak tertularnya bisa ditekan,” ujar Rukmono.

Rukmono juga mengaku bahwa RSUP dr Sardjito akan melakukan tindak lanjut pada dua lansia yang sedianya divaksin pada hari tersebut, namun ditunda vaksinasinya. “Tetap akan kita observasi, cek kembali kondisi kesehatannya,” jelasnya.
(Chaidir)

Comments

comments