“Super Spreader” Jadi Alasan Rizieq Harus Laporkan Hasil Tes Usap

Rizieq Shihab mendapat sambutan dari ratusan simpatisan setiba di kediamannya, kawasan Petamburan, Jakarta./Foto: Acuantoday.com (Rahmat)

Acuantoday.com, Jakarta–Sikap tertutup  Rizieq Shihab soal hasil tes usap disayangkan epidemiolog.

Pasalnya, sikap Rizieq itu penting bagi pemerintah untuk melakukan antisipasi penanganan pandemi penyakit menular itu.

“Coba, misalnya, statusnya Rizieq positif dan enggak ada pemberitahuan ke Dinkes, terus bagaimana bisa pemerintah lakukan tracing yang kontak erat dengan Rizieq,” kata Epidemiolog dari Universitas Indonesia Tri Yunis Miko Wahyono kepada Acuantoday.com Senin (30/11). 

Menurutnya, alasan privasi pasien yang jadi dasar Rizieq tidak melaporkan hasil tes swab, justru dianggap tidak tepat. Sebab, langkah penanganan mesti diambil cepat, bila yang bersangkutan benar terpapar Covid-19. 

Langkah yang cepat, kata Tri, ditujukan untuk meminimalisir atau bahkan mengantisipasi potensi Rizieq menjadi super spreader. 

Suatu istilah yang merujuk seseorang menularkan koronavirus ke banyak orang, karena sebelumnya tertular dari lokus utama penularan. 

“Bukannya menanggalkan aturan privasi pasien. Tapi pada masa pandemi ini, kepentingan publik itu jauh lebih besar dibandingkan kepentingan individu. Kita antisipasi seseorang jadi super spreader,” kata Tri. 

Tri bersandar pada temuan Satgas Covid-19 nasional yang menyebut ada klaster baru penularan dari serangkaian acara Rizieq setibanya di Indonesia pada 10 November lalu. 

Dari temuan sementara, beberapa orang yang terlibat langsung dalam pengamanan acara Rizieq diduga terpapar korona. Seperti Lurah Petamburan dan Kapolsek Tanah Abang dan wakilnya yang diduga terkena korona saat acara pernikahan putri Rizieq. 

“Temuan itu bisa jadi potensi penularan masif kalau enggak ada tracing dan statusnya (negatif atau positif) Rizieq belum diketahui. Yang kontak erat dengan beliau kan pasti banyak,” tutur Tri. 

Sebelumnya, Rizieq sempat masuk ke Rumah Sakit UMMI Kota Bogor untuk jalani perawatan. Klaimnya, ia hanya memeriksakan cek kesehatan secara umum, hingga akhirnya dirawat dari Rabu (25/11) dan dikabarkan pulang diam-diam, Minggu (29/11). (rwo)

Comments

comments