Survei: Mengkhawatirkan Orang Tercinta Dorong Seseorang Pakai Masker dan Jalani Vaksinasi

Ilustrasi masker (Cleyton Ewerton/Pexels)

Acuantoday.com— Sebuah survei yang dilakukan oleh Universitas Michigan (UM) baru-baru ini menemukan bahwa orang-orang yang menganggap pemberlakuan aturan jaga jarak sosial dan pedoman keselamatan Covid 19 melanggar kebebasan pribadi mereka, merespons gagasan ini dengan lebih positif saat mereka merasa orang-orang tercinta mungkin berisiko mengidap penyakit parah akibat virus itu.

Tim peneliti tersebut menyurvei 1.074 orang di seluruh Amerika Serikat (AS) terkait sikap mereka terhadap coronavirus. Mereka menemukan dua kumpulan sikap yang berbeda terkait aturan jaga jarak sosial, yakni keyakinan bersifat positif yang sebagian besar mencerminkan pesan kesehatan masyarakat, dan keyakinan bersifat negatif termasuk gagasan bahwa aturan tersebut melanggar hak dan kebebasan individu.

Mereka menemukan rasa khawatir terkait risiko orang-orang yang dicintai dapat tertular Covid 19 yang parah sama-sama muncul pada sikap positif yang lebih tinggi dan sikap negatif yang lebih rendah terhadap aturan jaga jarak sosial. Saat orang-orang mempertimbangkan risiko pribadi, mereka memiliki sikap positif yang lebih tinggi, namun tidak berdampak pada sifat negatif mereka.

“Saat orang-orang berpikir mengenai perilaku protektif apa yang akan dilakukan, keyakinan negatif atau persepsi kontrol eksternal mengesampingkan keyakinan positif. Hal ini berarti imbauan berulang agar orang-orang mematuhi pedoman kesehatan masyarakat kemungkinan tidak akan efektif,” ujar Kenneth Resnicow, penulis studi sekaligus profesor perilaku kesehatan dan pendidikan kesehatan di Fakultas Kesehatan Masyarakat UM.

“Namun, data kami menunjukkan bahwa saat orang-orang mempertimbangkan menjadi pelindung bagi orang lain, mereka mendekati risiko dengan cara yang berbeda. Mereka cenderung tidak membiarkan keyakinan dan (pilihan) politik pribadi menghalangi mereka untuk mempraktikkan upaya perlindungan dari Covid.”

“Menekankan tindakan dalam melindungi orang lain mungkin membantu orang-orang yang enggan mempraktikkan upaya perlindungan dari Covid untuk merasa mandiri dan kuat, alih-alih tunduk atau patuh.”

“Potensi kehilangan seseorang bahkan menjadi lebih menakutkan, mengingat kita mungkin berada pada bagian akhir penyebaran pandemi ini,” imbuh Resnicow. “Dengan kemunculan vaksin sebentar lagi, mematuhi aturan jaga jarak sosial menjadi lebih penting dibandingkan sebelumnya guna membantu mengakhiri penyebaran Covid 19 lebih cepat.”

Menurut data terbaru dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS, 40 persen populasi di negara tersebut dianggap berisiko tinggi menderita penyakit parah akibat Covid 19. Para penderita masalah kesehatan serius memiliki kemungkinan 12 kali lebih besar meninggal akibat Covid 19.

Survei tersebut diunggah di situs web UM pada Jumat (18/12). ***nin/xinhua/ant

Comments

comments