Tabrak Aturan PSBB, 40 Rumah Makan di Jaktim Ditutup

Petugas Satpol PP mengawasi penerapan sanksi pelanggar aturan protokol kesehatan COVID-19 selama masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi di kawasan Juanda, Jakarta, Jumat (21/8/2020) /Antara

Acuantoday.com, Jakarta – Sejumlah perusahaan dan puluhan rumah makan di Jakarta Timur dilarang buka karena kedapatan melanggar ketentuan pembatasan sosial skala besar (PSBB) yang diberlakukan di DKI Jakarta mulai Senin lalu.

Kasi Operasional Satpol PP Jakarta Timur, Badrudin, menuturkan, sejauh ini pihaknyan telah menutup paksa 3 kali 24 jam sembilan perusahaan dan 40 rumah makan yang membandel nenabrak aturan PSBB.

“Jumlah itu terhitung sejak PSBB lanjutan berlaku pada Senin (14/9) hingga Rabu (16/9) di sepuluh wilayah Jakarta Timur,” kata Badrudin, Kamis (17/9).

Menurut dia, mayoritas pelanggaran perusahaan adalah mempekerjakan karyawan di atas batas ketentuan maksimum 25 persen dari total jumlah pegawai.
“Ada yang sampai 50 persen lebih karena alasannya dia belum tahu tentang aturan Pergub 88 Tahun 2020 tentang PSBB,” katanya.
Sedangkan pelanggaran yang dilakukan rumah makan yakni menerima serta melayani konsumen di tempat.

“Sesuai aturan, pesanan hanya boleh di bawa (take away) saja, tidak ada aktivitas di dalam,” katanya. (Yesa./Ant)

Comments

comments