Tahun 2021, Kemenkeu Fokus Awasi Penerimaan Nonpajak

Ilustrasi-Kilang minyak di lepas pantai./Foto: Kemenkeu

Acuantoday.com, Jakarta―Kementerian Keuangan menyebutkan, Kebijakan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNPB) tahun 2021 diarahkan untuk menyempurnakan tata kelola PNBP, termasuk pengawasan.

Demikian informasi yang dipublikasikan Kementerian Keuangan melalui keterangan tertulisnya akhir pekan ini.

Seperti diketahui, pemerintah menargetkan PNPB tahun 2021 sebesar Rp298,2 triliun.

Target PNBP tersebut berasal dari sumber daya alam minyak dan gas (SDA Migas) sebesar Rp75 triliun, SDA Nonmigas 29,1 triliun, Kekayaan Negara Dipisahkan (KND) 26,1 triliun, PNBP Lainnya Rp109,2 triliun, Badan Layanan Umum (BLU) Rp58,8 triliun.

Dalam proyeksi tahun 2021, sebut keterangan Kemenkeu, optimalisasi PNBP Migas sejalan dengan membaiknya proyeksi harga minyak dan pengendalian cost recovery.

Sedangkan PNBP SDA Non Migas dipengaruhi harga dan produksi batu bara yang diprediksi membaik.

Proyeksi dari PNBP Kekayaan Negara Dipisahkan dan dividen BUMN turun karena dipengaruhi penurunan laba tahun 2020 akibat Covid-19.

Sedangkan PNBP dari pelayanan Kementerian/Lembaga (K/L) dan BLU di tahun 2021 diharapkan lebih optimal seiring dengan aktivitas ekonomi masyarakat.

“Namun perlu dicatat bahwa proyeksi PNBP juga dipengaruhi oleh penyelesaian regulasi PNBP,” demikian Kemkeu. (adi)

Comments

comments