Tak Ada Kerugian Negara, Doni Monardo: Semua Reagen PCR Sudah Terdistribusi Kembali

Ketua Satgas Penanganan Covid-19, Doni Monardo dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR RI, Senin (15/3/2021). (Foto : Biro Pemberitaan DPR RI)

Acuantoday.com, Jakarta- Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merangkap Ketua Satgas Penanganan Covid-19, Doni Monardo memberikan mengklarifikasi terkait kasus pengadaan alat-alat tes Covid-19, reagen PCR yang dikembalikan rumah sakit dan laboratorium di daerah.

Menurut Doni, persoalan itu sebenarnya tercatat dalam laporan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) per Agustus 2020 lalu.

“Berhubungan dengan sejumlah reagen PCR yang dikembalikan dari beberapa lab, memang betul ada ratusan ribu reagen PCR tetapi bukan reagen PCR-nya, tapi RNAnya yang dikembalikan oleh sejumlah lab pada bulan Agustus sesuai dengan laporan BPKB,” ungkap Doni Monardo dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR RI, Senin (15/3/2021).

Pihaknya telah menyelesaikan persoalan ini yaitu RNA dari reagen pengadaan BNPB yang dikembalikan, kemudian didistribusi ulang kepada labotorium maupu rumah sakit yang membutuhkan.

“Apa yang kami bahas adalah sejumlah lab tidak bisa menggunakan RNA kit yang dikirim oleh Satgas kemudian meminta informasi bagaimana dengan lab yang lain. Ternyata sebagian lab (yang lain) ada yang bisa menggunakan RNA yang kami kirimkan,” jelasnya.

Dari kejadian ini, Satgas kemudian bertindak cepat dengan melakukan Sosialisasi terkait pengelolaan reagen untuk sejumlah lab bersama Balitbangkes.

“Alhamdulillah hari ini reagen-reagen itu sudah habis terdistribusi. Pemberitaan terjadi kerugian negara itu tidak benar,” tepis Doni.

Soal adanya tuduhan kerugian negara dalam pengadaan reagan PCR Antigen Covid-19 itu, Doni memastikan pengadaan sejumlah alat kesehatan seperti reagen PCR selama ini transparan dan diawasi dengan melibatkan beberapa lembaga berwenang.

Seperti Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKB), Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), kejaksaan, hingga bantuan kepolisian. Lembaga-lembaga itu, menurut Doni terlibat langsung dalam bagian Gugus Tugas COVID-19.

Semua lembaga-lembaga itu menempel dan terlibat langsung dalam pengawasan dan audit pengadaan barang dan jasa yang dilakukan Satgas Covid-19.

“Tentu upaya-upaya pencegahan. Bahkan Gugus Tugas mengupayakan LSM dan media massa untuk berada di Gugus Tugas untuk terlibat langsung dalam pengadaan dan pengawasan barang dan jasa,” tegas Doni.(har)

Comments

comments