Tak Bawa Surat Bebas COVID, Masuk DIY Dipaksa Putar Balik

Liburan Natal dan Tahun Baru lalu, Pemda DIY membuka Posko Terpadu di wilayah Tempel Sleman, perbatasan dengan Jawa Tengah. Posko melakukan pengecekan surat keterangan kesehatan Covid-19 kepada para pemudik. (Foto :Chaidir/Acuantoday.com)

Acuantoday.com, Yogyakarta- Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) akan bersikap tegas dan ketat kepada siapa pun yang masuk wilayahnya menggunakan perjalanan darat, jika tidak memiliki surat keterangan bebas Covid-19, pada masa liburan Imlek.

Penerapan pengetatan masuk wilayah DIY berlaku 12 – 14 Februari. Sedangkan pengecekan persiapan Posko Terpadu di tiga titik perbatasan DIY – Jateng pada Kamis (11/2/2021). Para petugas gabungan dari Satpol PP, Dinas Perhubungan, dan Kepolisian pada Rabu (10/2/2021) sudah menyiapkan posko dan cek point.

Pemda DIY bakal melakukan pengecekan kepemilikan surat keterangan kesehatan bebas Covid-19 bagi pelaku perjalanan darat pengguna transportasi pribadi yang masuk ke DIY. Upaya tersebut guna mengantisipasi momentum libur panjang Imlek yang rencananya akan dilakukan mulai Kamis (11/02/2021) mendatang.

Memasuki wilayah DIY di Temon Kulonprogo perbatasan dengan Jawa Tengah diingatkan akan ada pemeriksaan Covid-19. (Foto : Chaidir/Acuantoday.com)

Sekretaris Daerah DIY Kadarmanta Baskara Aji menjelaskan, upaya pengecekan ini berdasarkan Surat Edaran (SE) Nomor 7 Tahun 2021 tentang Perpanjangan Ketentuan Perjalanan Orang Dalam Negeri pada Masa Pandemi Covid-19 yang dikeluarkan Satgas Penanganan Covid-19. Dalam SE itu tercantum kebijakan khusus yang mengatur pelaku perjalanan jarak jauh darat dan menggunakan moda kereta api dan kendaraan pribadi selama libur panjang atau libur keagamaan.

“Pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten akan bersama-sama melakukan pemeriksaan sampel acak saja. Tidak bisa kalau kita melakukan pencegatan di jalan raya malah macet nanti semua dan tenaganya tidak mungkin,” ujar Baskara Aji.

Baskara Aji mengatakan, para pelaku perjalanan darat yang menggunakan transportasi pribadi diwajibkan melakukan swab PCR, antigen, maupun tes GeNose C19 dalam kurun waktu 1 x 24 jam sebelum keberangkatan. Bagi yang kedapatan tidak memiliki surat hasil skrining kesehatan atau dinyatakan positif Covid-19 lewat pemeriksaan swab PCR, antigen, maupun tes GeNose C19 maka langsung diminta putar balik.

“Sampling artinya karena kita tidak mungkin melakukan semua orang melakukan perjalanan kita cek, makanya kita sporadis aja kita coba. Kita tidak menyediakan tempat tes di situ (perbatasan), silakan tes di tempat yang terdekat,” tegasnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti menjelaskan, pemeriksaan tersebut dilaksanakan sehari sebelum libur tahun baru Imlek yang jatuh pada Jumat (12/02/2021). Hari libur Imlek beriringan dengan libur akhir pekan sehingga berpotensi memicu kerumunan di sejumlah destinasi wisata. Pemeriksaan ini rencananya akan dilakukan dengan mendirikan posko di tiga titik perbatasan yaitu Prambanan dan Tempel di Kabupaten Sleman dan Temon di Kulonprogo.

“Pelaksanaan pengecekan tersebut lebih kepada persiapan Imlek sebetulnya, kita takut banyak orang karena liburnya lumayan panjang. Takutnya kasusnya malah meledak jadi kita antisipasi dengan pengecekan di perbatasan.

Kami akan melibatkan Dishub Kabupaten maupun pihak kepolisian serta Satpol PP karena kita tidak mungkin bergerak sendiri,” ujar Made. (Chaidir)

Comments

comments