Tak Ingin ada “Penyusup”, Polisi Gandeng Dinkes DKI Mendata Ambulans

Detik-detik mobil ambulans yang ditembaki saat demo UU Cipta Kerja./Foto: Internet

Acuantoday.com, Jakarta―Mengantisipasi adanya ambulans susupan dalam demo tolak Undang-undang Cipta Kerja hari ini di kawasan Istana Negara, Polda Metro Jaya melakukan pendataan ambulans.

Langkah antisipatif itu melibatkan Dinas Kesehatan DKI Jakarta.

Dengan adanya pendataan itu, polisi tidak ingin kecolongan lagi, dan bakal menindak ambulans yang akan digunakan untuk keperluan aksi demo, seperti mengangkut batu.

“Jangan sampai kejadian Cikini seperti demo 13 Oktober kemarin terulang,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus di Polda Metro Jaya, Selasa (20/10).

Untuk memperkuat pengamanan, Yusri mengatakan ada sekira 10 ribu aparat gabungan yang dikerahkan. Ditambah 10 ribu aparat cadangan disiagakan, apabila sewaktu-waktu chaos terjadi, utamanya di sekitar kawasan Istana Negara, gedung DPR hingga sentra perekonomian.

Terkait soal pendataan ambulans, sebelumnya beredar video di media sosial ambulans yang ditembaki polisi, karena diduga membantu demonstran untuk membuat rusuh.

Yusri menjelaskan peristiwa itu bermula ketika aparat menghentikan ambulans dan motor, saat demo yang digawangi sejumlah ormas Islam di sekitar kawasan Cikini, Jakarta Pusat, 13 Oktober.

Ambulans tersebut dicurigai, karena tak mau berhenti saat diperintahkan aparat, dan justru tancap gas dengan posisi pintu mobil yang masih menganga.

Tak lama kemudian, polisi berhasil mengamankan ambulans beserta tiga orang di dalamnya. Dari salah satu hasil interogasi, didapati dugaan bahwa ambulans bukan untuk keperluan medis, melainkan untuk mendukung kerusuhan.

“Tapi mengirimkan logistik dan indikasi batu untuk para pendemo,” tutur Yusri. (rwo)

Comments

comments