Tak Sampai 24 Jam, Polisi Ringkus Pembunuh Wanita di Hotel Royal Phoenix Semarang

Kapolda Jawa Tengah, Irjen Ahmad Luthfi didampingi Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi dan Kapolrestabes Semarang, Kombes Irwan Anwar saat gelar perkara pembunuhan wanita di Hotel Royal Phoenix Semarang pada Jumat (12/2) siang./Foto: Acuantoday.com (alvin)

Acuantoday.com, Semarang―Kepolisian Resor Kota Besar Semarang berhasil meringkus pelaku pembunuhan seorang wanita bernama Meliyanti (24) di Hotel Royal Phoenix, Semarang.

Sebelumnya, pada Kamis (11/2), jasad Meliyanti ditemukan tewas di dalam lemari kamar Nomor 102 hotel Royal Phoenix, depan Wonderia, Jalan Sriwijaya, Semarang Selatan sekitar pukul 11.00.

Setelah melalui berbagai penyidikan, Unit Reserse Mobile (Resmob) Polrestabes Semarang yang dipimpin Kasat Reskrim AKBP Indra Mardiana dan Kanit Resmob Iptu Reza Arif Hadafi berhasil menangkap pelaku pembunuhan, yakni Okta Apriyanto alias Dani (29), di rumah saudaranya di Wonosobo pada hari yang sama sekitar pukul 18.00 WIB.

Pria yang mengaku sebagai suami siri korban yang berasal dari Subang, Jawa Barat tersebut kemudian dibawa ke Mapolrestabes Semarang untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Pada saat gelar perkara pada Jumat (12/2), Kapolda Jateng Inspektur Jenderal Ahmad Luthfi mengatakan, pengungkapan kasus menonjol yang dilakukan hanya dalam hitungan terjadi karena kinerja anggota yang cepat tanggap hingga penindakan tersebut dilakukan.

“Begitu mendapat laporan tersebut kami langsung gerak cepat hingga kasus pembunuhan wanita yang ditemukan di lemari hotel itu dapat terungkap dan pelaku kami tangkap,” ungkap Ahmad Luthfi.

Dari hasil pemeriksaan, lanjut jenderal bintang dua ini, diketahui kalau pelaku tega menghabisi wanita yang diakui merupakan istri sirinya tersebut dipicu karena cekcok lantaran korban cemburu saat melihat pelaku ngobrol dengan wanita lain. 

“Diawali dengan berselisih antara pelaku dengan korban. Hingga pelaku jengkel  dan mencekik leher korban,” tandas Ahmad Luhti.

Cekikan yang kuat tersebut dari pelaku membuat korban kesulitan untuk bernafas hingga akhirnya meninggal. Saat mengetahui wanita tersebut meninggal, pelaku kemudian memasukan korban ke dalam lemari dalam posisi seperti orang duduk.

Setelah itu, pelaku menindaknya dengan tas berisi pakaian dan pelaku pergi meninggalkan Hotel Royal Phoenix untuk kabur ke Wonosobo.

Ahmad Luhti juga mengungkapkan bahwa pelaku sempat membawa handphone dan uang Rp100 ribu milik korban. 

“Sebelum kabur pelaku sempat mengambil handphone dan uang Rp 100 ribu milik korban,” jelasnya.

Lebih tragisnya lagi, dari hasil pemeriksaan diketahui kalau pelaku juga membuka pelayanan prostitusi online. 

“Selain suami siri, pelaku merupakan mucikari dari wanita tersebut,” pungkas Ahmad Luthfi.

Sementara itu, Kapolrestabes Semarang Kombes Irwan Anwar menambahkan bahwa sebelum kejadian pembunuhan tersebut pelaku dan korban sudah sepekan menginap di hotel tersebut.

“Sudah sepekan menginap di hotel itu sebelum kejadian ini,” tegasnya.

Pelaku sendiri mengaku tindakannya brutal karena merasa dicemburui saat ia mengobrol dengan wanita lain. Pelaku mengaku mengenal korban sudah cukup lama saat di Cilacap dan menjadi pemandu karaoke.

“Dia (Meliyanti-red) cemburu saat tahu saya ngobrol dengan wanita lain, dikira saya macem-macem. Ngomel-ngomel tersebut jadi saya emosi,” ujar Okta Apriyanto.

Terkait prostitusi online yang memanfaatkan istri sirinya itu sebagai, pelaku mengakui bahwa sudah dua tahun menjalani kegiatan tersebut dan memasarkan melalui media sosial.

“Sudah dua tahun. Tarifnya Rp 350 ribu. Dari situ saya dapat Rp 100 ribu,” kata pelaku.

Dalam kasus ini, pelaku akan dijerat dengan Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dan Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan dan terancam hukuman minimal 15 tahun penjara. (alvin)

Comments

comments