Tampilan Baru Simpang Tugu Yogya Kini Lebih Estetis

Wakil Walikota Heroe Poerwadi (kiri) meresmikan revitalisasi kawasan Tugu Yogya.. (Foto : Chaidir)

Acuantoday.com, Yogyakarta- Tugu Pal Putih (De Witte Paal) merupakan salah satu ikon Keistimewaan Yogyakarta. Bangunan ini didirikan setahun setelah Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat berdiri, sekitar tahun 1756.

Menjelang akhir tahun 2020 Pemerintah Kota Yogyakarta merevitalisasi kawasan Simpang Tugu menjadi tampil baru dan terlihat estetis. Kini tak ada kabel udara yang terlihat semrawut, dan tampak suasana heritage lebih indah.

Peresmian revitalisasi kawasan Tugu Pal Putih resmi dilakukan pada Jumat (18/12/2020) bersamaan dengan Pasar Prawirotaman, Pedestrian Sudirman dan KH A Dahlan.

Revitalisasi kawasan Tugu dilaksanakan selama 100 hari. Anggaran yang dihabiskan tercatat Rp 9,5 miliar yang berasal dari Dana Keistimewaan (Danais).

Walikota Yogyakarta, Haryadi Suyuti mengatakan revitalisasi kawasan Tugu Pal Putih dimaksudkan untuk menegaskan kawasan sumbu filosofis Yogyakarta. Selain itu, revitalisasi menjadi penanda landmark Kota Yogyakarta yang akan membuat wisatawan lebih nyaman ketika berkunjung.

“Wisatawan harapannya bisa lebih nyaman ketika berkunjung dan memberikan penegasan pula bawasanya Tugu merupakan salah satu sumbu filosofis Yogyakarta,” kata Haryadi dari Kepatihan melalui video conference.

“Tujuan dari penataan simpang Tugu adalah bebas dari kabel udara. Penurunan kabel udara dilakukan dengan membuat ducting sepanjang 270 meter untuk Fiber Optic (FO) dan Kabel PLN,” katanya.

Rancangan revitalisasi kawasan Simpang Tugu Yogya.. (Foto : Chaidir)

Haryadi mengatakan untuk mendukung Tugu sebagai ikon Kota Yogyakarta kawasan simpang Tugu juga dilakukan penataan dengan penggantian batu cubestone.

“Penataan simpang Tugu menghabisakan angggaran sebesar Rp. 9.500.000.000 (sembilan miliar lima ratus juta rupiah) dari Dana keistimewaan,” tandas Walikota.

Dengan tampilan baru kawasan Tugu Jogja ini juga akan meningkatkan geliat pariwisata di Kota Yogyakarta.

Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi menambahkan selama ini kawasan Tugu menjadi salah watu landmark yang wajib dikunjungi wisatawan. Dengan adanya revitalisasi, Pemkot berharap wisatawan semakin nyaman dalam menikmati suasana Yogyakarta.

“Kabel listrik dan telekomunikasi sudah diturunkan, semakin indah dan Tugu sekaligus menegaskan diri sebagai landmark Yogyakarta. Masyarakat atau wisatawan baru merasa ke Jogja kalau berfoto di sini. Jadi harapannya revitalisasi ini bisa menguatkan sumbu filosofis Yogyakarta dan landmark atau ikon Kota Yogyakarta,” kata Heroe yang meresmikan langsung di simpang Tugu.

Sementara Gubernur DIY, Sri Sultan HB X mengharapkan penataan kawasan Tugu bisa memperkuat konsep Yogyakarta sebagai Kota Filosofis yang ditawarkan pada Unesco. Sultan berharap pembangunan infrastruktur lebih baik dibarengi pula dengan kualitas sumber daya manusia yang ada di seluruh wilayah DIY.

Berbagai kegiatan pembangunan telah dilaksanakan Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta selama Tahun Anggaran 2020. Hasil kegiatan pembangunan tersebut diresmikan sebagai salah satu bentuk akuntabilitas pemerintah terhadap masyarakat dan peningkatan pelayanan publik.

Peresmian tersebut dilakukan oleh Guberbur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwono X dan didampingi Walikota Yogyakarta, Haryadi Suyuti di Gedhong Pracimosono komplek Kepatihan, Jumat (18/12/2020).

Selain penataan penataan Simpang tugu, Pemkot Yogya juga melakukan penataan jalur pedestrian mulai dari jembatan Gondolayu hingga simpang Tugu, kawasan yang dikerjakan masuk dalam satuan ruang strategis sumbu filosofi.

Berbagai fasilitas dalam penataan pedestrian sepanjang 630 meter tersebut juga di sematkan seperti ducting untuk kabel FO, penyiraman otomatis berbasis android, taman, kursi taman, lampu budaya, dan signage penunjuk arah.

“Penataan pedestrian sudirman dilaksanakan dalam waktu 100 hari dengan anggaran sebesar Rp. 11.250.000.000,00. (sebelas miliar dua ratus lima puluh juta),” kata Haryadi Suyuti.

Pemkot Yogyakarta juga telah menyelesaikan penataan pedestrian KHA Dahlan tahap I tahun 2020, penataan pedestrian ini adalah pada sisi selatan jalan sepanjang 700 m dengan anggaran Rp 7 Miliar meliputi ducting FO, pedestrian dengan matrial traso.

“Selanjutnya untuk rencana tahun 2021 tahap II dengan usulan anggaran 10 Milyar meliputi penyelesaian sisi selatan berupa taman, street furniture dan PJU,” ujarnya.

Di tahun 2020 ini, Pasar Prawirotaman juga tak luput menjadi sasaran revitalisasi. Pasar yang semula hanya 1 lantai kini menjadi 4 lantai, biaya revitalisasi pasar tersebut dibayai oleh ABN Tahun 2019 dan 2020 dengan anggaran sebesar Rp 67,7 miliar. Lantai 1,2,3 dimanfaatkan untuk aktivitas jual beli pasar rakyat. Selain itu, untuk mendukung digitalisasi 4.0 atas dukungan BPD DIY dikembangkan pasar tradisional millenial berbasis digital.

Sementara untuk lantai 4 Pasar Prawirotaman dibangun dengan anggaran yang bersumber dari Dana Keistimewaan Tahun 2020 sebesar Rp 2 miliar.

“Pembangunan ini ditujukan untuk pengembangan ekonomi kreatif (ekraf), dengan fasilitas coworking space, studio musik, studio podcast, meeting room, mini lounge, ruang laktasi, food court, dan panggung fasilitas bagi kreator musik,” jelas Walikota.

Pada kesempatan tersebut ia juga mengajak masyarakat untuk ikut merawat seluruh fasilitas tersebut, salah satunya dengan bertindak bijak saat mengambil swafoto. (Chaidir)

Comments

comments