Tangani Ekonomi di Masa Pendemi, Pemerintah Andalkan Dua Kebijakan Ini

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati saat RDP dengan Komisi XI DPR, Jakarta. /Foto: Kementerian Keuangan

Acuantoday.com, Jakarta―Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menegaskan, dalam menangani masa pandemi Covid-19, Indonesia mengkombinasikan antara kebijakan fiskal dan moneter.

“Kita tahu bahwa kita perlu langkah extraordinary seperti defisit fiskal, maupun kebijakan moneter yang mendukung,” kata Menkeu, akhir pekan lalu.

Namun, Menkue menegaskan, untuk dapat pulih, Indonesia tiga bisa bergantung pada hanya dua instrumen tersebut.

Menurut Menkeu, kerja sama luar biasa antara pemerintah dengan Bank Indonesia melalui burden sharing dilakukan dengan sangat hati-hati.

Kerja sama tersebut memerlukan banyak komunikasi untuk meyakinkan masyarakat, pemegang obligasi, lembaga pemeringkat bahwa independensi Bank Indonesia sebagai Bank Sentral tidak terpengaruh.

Kebijakan ini, menurut Menkeu, merupakan intervensi yang belum pernah terjadi sebelumnya di mana BI dapat membeli obligasi pemerintah di pasar perdana tanpa menimbulkan kesan, pemerinah “mengancam” independensi Bank Sentral.

“Kami sangat membutuhkan banyak komunikasi di saat merancang kebijakan apa yang tepat,” jelasnya.

Menkeu menegaskan, upaya yang dilakukan pemerintah melebarkan defisit fiskal dengan meningkatkan pengeluaran untuk kesehatan, perlindungan sosial, UMKM, korporasi serta stabilitas sektor keuangan semata-mata ditujukan untuk menyelamatkan kehidupan masyarakat.

“Indonesia menggunakan defisit fiskal ini yang pertama dan terpenting sebenarnya untuk menyelamatkan kehidupan masyarakat sebagai kehidupan dan mata penghidupan,” tegas Menkeu. (ahm)

Comments

comments