Target Pengambialihan Paksa Moeldoko Diyakini Hanya untuk Lemahkan Partai Demokrat

Logo Partai Demokrat./Foto: Web

Acuantoday.com, Jakarta- Pengamat politik dari Australia National University (ANU) Marcus Meitzner menilai, langkah Kongres Luar Biasa (KLB) yang dilakukan oleh Jhoni Allen Marbun Cs adalah cara untuk melemahkan posisi Partai Demokrat sebagai partai oposisi.

“Jika kepemimpinan Partai Demokrat diambil-alih Moeldoko, saya yakin elektabilitas Partai Demokrat akan terjun bebas menjadi 1-2 persen saja dan tidak akan lolos ambang batas parlemen pada pemilu 2024,” kata Meitzner dalam webinar yang diselenggarakan Pusat Studi Ilmu Kemasyarakatan Universitas Parahyangan, Selasa (16/3).

Menurut peneliti Indonesia ini, ketokohan Presiden Indonesia keenam Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) masih kuat di partai berlambang Mercy ini. Olehnya itu, jika Partai Demokrat diambilalih oleh Moeldoko, maka daya tarik partai yang pernah berkuasa selama 10 tahun ini akan hilang.

“Jika mereka tidak ada, partai ini kehilangan daya tarik utamanya,” ucapnya.

Sementara itu, rekan Meitzner dari Unversitas of Sydney Thomas Power mengatakan, salah satu alasan Partai Demokrat akan menurun di Pemilu 2024 nanti lantaran ketokohan Moeldoko tidak terjual ke konstituen partai.

“Bagaimana mungkin AHY yang elektabilitasnya 7-8 persen, digantikan oleh orang yang elektabilitasnya nol persen?,” ujarnya.

Atas dasar itu, kata Thomas, alasan utama pengambilalihan Partai Demokrat lewat KLB semata-mata untuk hancurkan partai. “Jadi, upaya kudeta ini tak bisa lain hanya bisa dibaca sebagai upaya menghancurkan Partai Demokrat,” jelasnya.

Pengamat asal Indonesia ini mengaku tidak paham dengan sikap Presiden Jokowi, yang sampai saat ini belum menyampaikan pernyataan atau melakukan tindakan tegas terhadap Moeldoko selaku Kepala KSP yang mencaplok Partai Demokrat.

Mereka tidak yakin Presiden tidak tahu, mengingat posisi Kepala Staf Kantor Presiden atau di luar negeri biasa disebut sebagai Chief of Staff, pada dasarnya melekat pada Presiden. Tapi mereka sepakat upaya pencaplokan partai ini menambah kuat sinyal memburuknya kualitas demokrasi di Indonesia, yang sudah dilontarkan banyak pengamat dan lembaga internasional dalam beberapa tahun terakhir ini. (rht)

Comments

comments