Tas-tas Cantik dari Triplek Bekas

Tridolbag karya Don Goenarto--foto dian

Acuantoday.com— Penampilan tas-tas mungil yang tertata rapi di rak sungguh menggoda. Bentuknya unik dengan desain yang menarik. Sejurus si pemilik tas Don Goenarto menghampiri sambil mengucapkan kalimat mengejutkan. “Itu tas dari tripleks bekas,” ungkap Don sambal tersenyum.

Kontan para pengunjung yang tengah sibuk mengamat-amati tas-tas cantik itu terkejut. Mereka pun mendecak kagum.

“Orang pasti tidak mengira kalau kreasi ini menggunakan bahan dasar triplek rusak atau triplek bekas. Itu sebabnya label produk ini ‘Tridol’ kepanjangan dari triplek brodol. Dalam bahasa Jawa, brodol itu artinya rusak,” ujar Don lagi.

Don Goenarto, pencipta Tridolbag–foto dia

Don bercerita, sebelum ia terjun dalam bisnis pembuatan tas Tridol, ia berprofesi sebagai desainer interior privat jet juga kapal pesiar. Kadang-kadang orang juga memakai jasanya untuk mendesain mobil antik agar terlihat unik dan mewah. Namun soal pekerjaan pertukangan, dalam hal ini kerajinan kayu, telah dia kuasai sejak puluhan tahun.

Itu sudah dilakukannya sejak kecil karena di kampungnya dia kerap berinteraksi dengan kerajinan kayu. Bahkan keluarganya pun ada yang pengrajin meubel kayu. Karenanya untuk urusan kreasi kayu, mulai dari mendesain, pemotongan dan pengaplikasian dia tidak asing lagi.

Terkait pembuatan tas yang kini ditekuninya, menurut Don awalnya dia hanya membuatkan itu untuk sang istri, Liliek Mintarti. “Setiap kali saya mendapat material triplek brodol yang bertekstur bagus, saya bikin tas untuk istri saya. Satu demi satu, tak terasa jumlah koleksi istri saya makin banyak. Modelnya pun macam-macam. Entah bagaimana tapi inspirasi model selalu saja muncul,” ujar Don yang mengaku dulu tak pernah terpikir untuk menjadikan hobinya membuat tas istri sebagai bisnis.

Tridolbag– foto dian

Berapa harga tas uniknya itu?

Kebetulan, tas-tas yang dipajang itu dibandrol dengan harga Rp1,5 juta. Menurut Don, itu sudah termasuk murah karena sebelumnya ia pernah menjual tas karyanya dengan harga Rp15 juta.

“Dulu, kalau orang tanya berapa harga tas bikinan saya, saya bilang Rp2 atau 3 juta, dan mereka bayar saja tanpa tawar. Malah saya pernah menjual tas seperti ini seharga Rp15 juta. Harga semahal itu karena bahan dasarnya, meski tripleks bekas namun memiliki tekstur istimewa. Teksturnya seperti buntut cendrawasih, indah sekali. Itu juga sebabnya orang mau membayar dengan harga seperti itu,” ungkapnya.

Harga Tridolbag, katanya, berbeda dengan produk lainnya. Kalau produk lain menentukan berdasarkan bahan baku pembuatan, namun untuk Tridolbag, tidak. Komponen terbesarnya justru terletak pada pengerjaannya.

“Materialnya kan hanya triplek bekas yang mudah didapat, jadi pengaruhnya hanya kecil sekali. Justru pengerjaannya yang berpengaruh besar,” ucapnya.***dian

Comments

comments