Berita Terkini

Profil Wanda Hara, Pria Bercadar yang Ikut Kajian Ustadz Hanan Attaki

Kamu mungkin pernah mendengar nama Wanda Hari. Ya, pria ini memang berkecimpung di industri hiburan bersama artis Tanah Air, terutama soal urusan fashion stylist...

Demo Sempat Ricuh! Inilah 12 Tuntutan BEM SI untuk Jokowi di Akhir Masa Kepemimpinannya

Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) melakukan demonstrasi di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat pada Senin (22/7/2024).Dalam aksi demo tersebut BEM SI menyikapi...

Rangkuman Film Hijack 1971, yang Diangkat dari Kisah Nyata Pembajakan Pesawat Korea Selatan

Setelah sukses dirilis di Korea Selatan pada 21 Juni 2024, film Hijack 1971 akhirnya resmi tayang di Indonesia pada 17 Juli 2024. Film debut...

Joe Biden Mundur dari Pilpres AS dan Digantikan dengan Sosok Ini, Simak Isi Surat Pengunduran Dirinya

Presiden petahana Joe Biden putuskan untuk mundur dari ajang pemilihan presiden Amerika Serikat (AS) 2024 yang akan diselenggarakan pada tanggal 5 November 2024.Dari keputusannya...

Download Lagu MP3 Gratis: Tips dan Trik Terbaik

Berbagai situs dan aplikasi kini menawarkan akses ke jutaan lagu dari seluruh dunia, memungkinkan pecinta musik untuk menambah koleksi lagu dengan cara download lagu...
HomeTechViral Elaelo Bakal Gantikan X beserta 7 Kejanggalannya, Benarkah Buatan Pemerintah?

Viral Elaelo Bakal Gantikan X beserta 7 Kejanggalannya, Benarkah Buatan Pemerintah?

Sejak hari Senin 17 Juni 2024, Elaelo viral dan jadi pembicaraan warganet. Kehadiran wep mirip X (sebelumnya Twitter) itu mengejutkan para pengguna jagat maya.

Sebagian ramai mengulik kejanggalan-kejanggalannya dan ikut meviralkan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), sementara yang lain meyakini Ela Elo sebagai prank karena ketidakjelasan platform ‘yang masih kosong’ ini.

7 Kejanggalan Elaelo

Dirangkum dari berbagai sumber, berikut beberapa hal yang jadi topik perbincangan warganet tentang Elaelo.

  1. Diklaim sebagai media sosial lokal pengganti X. Klaim ini pun didukung oleh beberapa akun yang mengajak warganet untuk pindah diskusi ke elaelo.id. “Blokir aja X, negara ini sudah siap kok,” bunyi penggalan ajakannya. Sebelumnya, seruan blokir X telah muncul setelah adanya perubahan kebijakan di aplikasi yang sudah diakuisisi Elon Musk ini, bahwa X kini mengizinkan unggahan konten dewasa asalkan akunnya ditandai.
  2. Logo burung Garuda. Keberadaan logo burung garuda sempat mengundang tanda tanya, apakah platform ini buatan pemerintah atau Kemkominfo. Namun data yang tercantum bersama domain id-nya merupakan nama sponsoring registrar organization PT Aksara Data Digital, sedangkan nama penyewanya tidak diungkap. Kemudian muncul pertanyaan, jika swasta adalah pihak dibalik Ela Elo, kenapa menggunakan logo lambang negara?
  3. Situs tidak bisa diakses, belakangan tercantum keterangan di-suspend. Lalu kembali bisa diakses namun tertera tulisan ‘under construction’, dan lagi-lagi terdapat lambang Burung Garuda di lamannya. Perubahan terkini, hingga artikel ini ditulis yaitu tampilan halaman depan Ela Elo berupa hitungan mundur 24 jam dengan tulisan ‘Ela Elo Is Coming, Big Features Will Be Ready’.
  4. Beberapa orang mengklaim sudah sempat mengaksesnya dan mencoba mendaftar namun tidak berhasil.
  5. Selain itu, tidak ada pilihan pada syarat mendaftar, selain harus accept (menerima) cookies yang digunakan oleh platform. Ini memicu kecurigaan terhadap ancaman data pribadi para pengguna nantinya.
  6. Belum tercantum data maupun keterangan mengenai aplikasi Ela Elo (About Us) yang dilampirkan. Juga tentang Term of Use, Privacy Policy, maupun FAQ. Pada setiap halaman hanya tertera ‘Ela Elo is here…’
  7. Terdapat beberapa tab yang diberi nama ‘lambe’, ‘sedulur’, dan ‘ngikuti sedulur’.

Menkominfo Bantah Elaelo.id Buatan Pemerintah

Menkominfo Budi Arie Setiadi, akhirnya ikut angkat bicara soal hal ini. Ketua Umum Projo itu menyatakan pemerintah belum memiliki media sosial pengganti X.

Aplikasi elaelo.id yang diklaim sebagai pengganti X di Indonesia itu sempat viral dan menjadi bahasan menarik bagi warganet. Elaelo muncul usai pemerintah mengumumkan sikap penolakan terhadap kebijakan terbaru dari X yang mengizinkan penggunanya mengunggah konten dewasa dan pornografi.

Klaim yang terdapat di aplikasi Ela Elo, secara eksplisit menyatakan bahwa servernya dibuat oleh Kemkominfo. Program situs ini pun terlihat belum maksimal.

Kejadian gagal diakses dan tidak bisa login masih ditemukan ketika membuka platform ini. Terlihat, aplikasi tersebut menyertakan lambang negara dan disertai musik Mars Pancasila.

Sebelumnya, Menkominfo mengumumkan akan memblokir media sosial X di Indonesia jika masih memperbolehkan konten pornografi. Budi juga mengklaim telah mengirim surat kepada platform yang sebelumnya bernama Twitter itu.

“Soal pornografi X, saya sudah menyurati (soal) pornografi X, bahwa kalau X tetap memperbolehkan pornografi di Indonesia akan kami tutup, kami blok,” jelas Budi Arie di kompleks parlemen Senayan, Jakarta pada Senin, (10/5/2024).

Sejauh ini, X belum memberikan tanggapan terkait rencana pemerintah Indonesia menutup aplikasi itu. Masyarakat Indonesia sendiri adalah pengguna medsos yang besar dan 24,85 juta pengguna X berasal dari RI, menurut perusahaan pengumpul data Statista.

Hati-hati Pembobolan Data

Ramainya Ela Elo membuat banyak orang fear of missing out (FOMO) ingin mencobanya. Pakar pun mengeluarkan peringatan mengenai pembobolan data.

Baca Juga: Apa Itu Bluesky? yang Kini Jadi Incaran Warganet setelah X Terancam Diblokir

FOMO mengundang orang-orang mendatangi situs yang disebut-sebut sebagai pengganti X itu.

Ahli keamanan siber Vaksin.com, Alfons Tanujaya, pun menyoroti fenomena FOMO ingin mengakses Elaelo. Padahal, dibalik tindakan ini terdapat risiko keamanan yang mengintai.

Alfons mengatakan sebelum menggunakan sebuah aplikasi sebaiknya lihat dulu siapa pihak dibaliknya. Jika institusi, alamat dan domisilinya tidak jelas, baru mendengarnya, user based rendah, sebaiknya pikirkan kembali sebelum menggunakan aplikasi tersebut.

Contoh lainnya diluar sikap FOMO ke aplikasi Elaelo adalah mencoba link baru yang belum terjamin keamanannya adalah sembarangan menggunakan DNS atau VPN. Menurunya, layanan DNS atau VPN juga memiliki risiko keamanan.