Telegram Kapolri untuk Jajaran: Antisipasi Serangan Balik

Kapolri Jenderal Idham Azis saat rapat kerja dengan Komisi III DPR RI secara virtual di Jakarta, Rabu (30/9). Rapat membahas pengungkapan kasus-kasus aktual./Acuantoday.com

Acuantoday.com, Jakarta―Kapolri Jenderal Idham Azis menerbitkan surat telegram (ST) yang memerintahkan jajarannya untuk meningkatkan keamanan pascainsiden bentrok polisi dan laskar Front Pembela Islam (FPI) di Tol Jakarta-Cikampek Km 50 pada Senin (7/12) dini hari.

Pada kejadian itu, enam pengawal Rizieq Shihab dilaporkan tewas.

Perintah itu termuat dalam ST bernomor 873/XII/PAM.3.3/2020 yang ditandatangani oleh Asisten Kapolri bidang Operasi Inspektur Jenderal Imam Sugianto tertanggal 7 Desember 2020.

Dalam perintahnya, Idham meminta agar aparat meningkatkan pengamanan untuk mengantisipasi serangan balik atau pengerahan massa akibat insiden itu. Pengamanan dilakukan secara ekstra, bahkan aparat dibekali senjata. 

“Berikan arahan kepada anggota yang melakukan pemeriksaan supaya dilindungi oleh anggota yang bersenjata,” ucap dia.

Fokus pengamanan tersebar di beberapa titik, terutama di wilayah dekat dengan basis pendukung FPI. Di wilayah itu, Idham ingin ada pasukan Anti-Anarki Brimob yang berjaga-jaga. 

“Agar tingkatkan kesiapsiagaan dan siapkan pasukan anti-anarki Brimob yang di wilayahnya terdapat kantong-kantong pendukung dan anggota FPI,” kata Idham.

Titik pengamanan lain dipusatkan di markas komando (mako), pos polisi, asrama, hingga Rumah Sakit Polri.

Dalam proses pengamanan, Idham meminta polisi membekali diri dengan helm dan rompi antipeluru. Selain itu, dia juga memerintahkan agar dilakukan pemeriksaan terhadap orang yang masuk ke wilayah kepolisian.

Termasuk, kata Idham, kendaraan dan barang bawaan agar diperketat pemeriksaannya melalui metal detector.

“Tingkatkan moril anggota untuk tidak gentar dalam menghadapi para pelaku kejahatan baik yang menggunakan senpi ataupun sajam,” ujar Idham. 

Sebelumnya, polisi menembak mati enam dari sepuluh orang Laskar FPI. Dalih penembakan, polisi merasa terancam keselamatannya lantaran ditodong senjata tajam dan senjata api. (rwo)

Comments

comments