Temuan Baru, Kebakaran Gedung Kejagung Bukan Kesengajaan

Monumen R. Soeprapto (Bapak Korps Kejaksaan) masih tegak berdiri. Kebakaran Kejaksaan Agung pada 22 Agustus lalu berbuntut pada dugaan pidana. Polisi tengah memburu pelaku./Foto: Acuantoday.com (Rohman Wibowo)

Acuantoday.com, Jakarta―Hasil penyidikan teranyar menunjukkan, kebakaran gedung Kejaksaan Agung (Kejagung) terjadi bukan karena kesengajaan, melainkan faktor kealpaan atau lalai.

Fakta ini didapat setelah penyidik gabungan Kejagung dan Bareskrim Polri melakukan ekspos gelar perkara terakhir secara tertutup, Rabu (21/10).

“Jadi itu (kebakaran) tidak ada kesengajaan,” tegas Jaksa Agung Muda Pidana Umum (Jampidum), Fadil Zumhana, saat dikonfirmasi, Kamis (22/10).

Penyidikan yang bersandar pada temuan alat bukti polisi diklaim Fadil tak kuat membuktikan adanya sabotase oleh pihak tertentu sehingga menyebabkan insiden gedung Korps Adhyaksa tersebut dibakar secara sengaja.

Kendati begitu, tegasnya, pengusutan kasus ini muaranya ada di pihak kejaksaan.

Kejaksaan yang nantinya akan menilai hasil penyidikan kepolisian, termasuk soal penetapan siapa tersangka, sebelum akhirnya dilimpahkan ke persidangan umum.

“Jadi, yang dikenakan pasal 188, terbakar karena kealpaan. Itu disebabkan apa? Nanti kita buka saat persidangan,” kata Fadil.

Pasal 188 dalam KUHP berbunyi, tersangka yang menyebabkan kebakaran karena kelalaian diancam pidana penjara paling lama 5 tahun.

Siapa yang ditetapkan jadi tersangka, publik akan mengetahui segara, mengingat penyidik Bareskrim Polri akan gelar perkara penetapan tersangka Jumat (23/10) besok.

“Penetapan tersangka nanti dilakukan gelar perkara sendiri di internal yang direncanakan pada Jumat pagi. Kita sama-sama menunggu hasilnya,” ujar Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Awi Setiyono, kemarin.

Penyidikan sendiri sudah berlangsung sebulan lebih sejak 18 September. Selama itu, penyidik sudah memeriksa banyak saksi, yang meliputi kalangan internal dan esktern Kejagung hingga saksi ahli. Tercatat, ada 131 saksi dalam agenda pemeriksaan kepolisian.

Sejumlah alat bukti pun didapat, di antaranya kamera pemantau atau CCTV, abu arang sisa kebakaran atau hidrokarbon, dan potongan-potongan kayu sisa pembakaran.

Tak hanya itu, ditemukan juga beberapa botol plastik berisi cairan, jeriken berisi cairan, kaleng bekas lem, dan instalasi alat terminal kontak hingga minyak pembersih atau dust cleaner yang disimpan di gudang cleaning service. (rwo)

Comments

comments