Tentukan Timeline Tepat dalam Program Vaksinasi COVID-19

Ketua MPOR RI Bambang Soesatyo / Foto: Biro Pemberitaan MPR

Acuantoday.com, Jakarta- Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar program vaksinasi Covid-19 dapat selesai dalam waktu kurang dari satu tahun.

Menyikapi penegasan presiden tersebut, Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mendorong lembaga terkait dalam hal ini Kementerian Kesehatan segera melaksanakan keinginan Presiden tersebut sesuai dengan roadmap program vaksinasi COVID-19 secara menyeluruh.

“Dan segera menentukan timeline yang tepat dalam perencanaan program vaksinasi COVID-19 guna mencapai target sebagaimana yang telah ditetapkan,” ujar Bamsoet dalam keterangan tertulisnya kepada wartawan di Jakarta, Rabu (6/1).

MPR RI, sebut Bamsoet juga menyarankan agar vaksin dapat diberikan secara cepat, namun juga tepat, sehingga penetapan waktu penggunaan vaksin harus segera ditetapkan dari sekarang.

Dia juga mendorong Badan Pengawas Obat dan Makanan/BPOM agar segera menetapkan izin penggunaan/edar darurat (EUA/Emergency Use of Authorization) vaksin Covid-19 yang akan digunakan di Indonesia, dikarenakan diperkirakan mulai minggu depan atau sekitar pertengahan Januari 2021, vaksin akan mulai diberikan kepada masyarakat.

“Pemerintah segera menetapkan Standard Operasional Procedure/SOP dan prosedur vaksinasi Covid-19 untuk masyarakat, dari mulai persiapan pelaksanaan vaksinasi seperti pendistribusian vaksin, lokasi pemberian vaksinasi, proses antrian vaksinasi, dan penentuan tahapan prioritas pemberian vaksin Covid-19,” paparnya.

Selain itu, kata politisi Golkar ini, agar pemerintah terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat, baik melalui media sosial, cetak, siaran, ataupun melalui tokoh-tokoh masyarakat, mengenai program vaksinasi Covid-19 agar dapat meyakinkan masyarakat sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat bahwa vaksin akan diberikan secara gratis dan demi kesehatan seluruh masyarakat Indonesia.

“Pemerintah menginformasikan kepada masyarakat mengenai program vaksinasi Covid-19 yang akan dilakukan dalam dua tahap kepada 181,5 juta penduduk, tahap pertama dilaksanakan pada Januari-April 2021 kepada 1,3 juta tenaga kesehatan dan 17,4 juta petugas publik di seluruh daerah, dan tahap kedua akan dimulai dari April 2021-Maret 2022 kepada masyarakat lainnya,” tegasnya.(rht)

Comments

comments