Terapkan PPKM Mikro, Ganjar Instruksikan 35 Bupati-Wali Kota Lebih Cermat

Foto: Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo saat menunjukkan data berkaitan Covid-19./Foto: Accuantoday.com (Humas Pemprov Jateng)

Acuantoday.com, Semarang―Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menegaskan siap siap melaksanakan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) tingkat mikro.

Untuk melaksanakan hal tersebut, Ganjar juga mendorong 35 Bupati dan Wali Kota di Jawa Tengah untuk lebih cermat dalam mendata daerah mana saja yang perlu mendapat perlakuan khusus.

“Sudah kami siapkan secara detail, termasuk data daerah-daerah mana yang memiliki klasifikasi kategori merah, kuning dan sebagainya,” kata tegas Ganjar usai memimpin rapat penanganan Covid-19 di kantornya, Senin (8/2).

Menurut peta zonasi saat ini, ada lima Kabupaten/Kota di Jateng yang masuk kategori risiko tinggi dan 30 lainnya masuk kategori sedang.

Apabila dikerucutkan per kecamatan, ada 25 daerah yang memiliki resiko tinggi, 475 kategori sedang, 58 kategori rendah dan 18 kecamatan tidak ada kasus.

Sementara di tingkat desa, lanjut Ganjar, terdapat 158 desa kategori risiko tinggi, 2.468 kategori sedang, 1.275 kategori rendah dan 4.671 desa tidak ada kasus.

“Peta inilah yang kita siapkan untuk ditindaklanjuti dalam pelaksanaan PPKM mikro,” beberapa Ganjar.

Politikus PDIP Perjuangan ini juga meminta optimalisasi Puskesmas yang ada serta adanya tempat isolasi terpusat pasien Covid-19 di tingkat desa dan kelurahan.

Nantinya, para perangkat desa akan mendapat bantuan surveilans dari Babinsa dan Bhabinkamtibmas yang membantu proses tracing.

“Peralatan nanti akan kami dukung, setidaknya ada rapid antigen di setiap Puskesmas. Untuk teknisnya, nanti pak Sekda akan membahas lebih detail dengan seluruh Kabupaten/Kota,” tandas Ganjar.

Berdasarkan hasil rapatnya dengan Kementerian Desa, Ganjar menegaskan, PPKM mikro akan diterapkan di seluruh Jawa Tengah dengan melihat zonasi yang ada.

Untuk pendanaan, dana desa dari pemerintah pusat boleh digunakan maksimal delapan persen untuk menunjang pelaksanaan PPKM Mikro.

Khusus untuk Jateng, pelaksanaan PPKM mikro, lanjut Ganjar, akan didukung dengan gerakan Jogo Tonggo yang sudah berjalan.

Menurutnya, gerakan itu sudah berjalan bagus dan bisa dioptimalkan untuk mendukung program ini.

“Ada beberapa desa yang punya pengalaman unik tapi berhasil. Kami harap itu bisa ditiru dan dilaksanakan di daerah lainnya,” pungkas Ganjar. (alvin)

Comments

comments