Terawan: Apapun yang Diizinkan akan Saya Kerjakan

Terawan Agus Putranto (kiri) saat acara serah terima jabatan dengan penggantinya Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin (kanan). (Foto: Tangkapan layar YouTube Kemenkes)

Acuantoday.com, Jakarta- Terawan Agus Putranto memanggil seluruh kolega kerja yang menemaninya selama ini dalam mengemban tugas, sebelum memulai pidato terakhir kalinya sebagai Menteri Kesehatan.

“Ini pasukan saya. Karena kami kalau pergi bersama-sama, masuk bersama-sama,” ucap Terawan, sesaat sebelum melanjutkan ucapan dalam acara pisah sambut dengan penggantinya Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin di Auditorium Siwabessy, Kementerian Kesehatan, Selasa (29/12).

Terawan memulai pidatonya dengan menyapa rekan kerja lamanya, mulai dari Sekjen, Dirjen Staf Khusus hingga Tenaga Ahli, yang setahun belakangan senantiasa jadi tempat bertukar pikiran dalam meracik kebijakan untuk kesehatan masyarakat Indonesia.

Kalimat demi kalimat dihaturkan dengan suara yang jelas dan tegas, seakan menandakan Terawan tetap tegar di pengujung masa jabatannya. “Saya dan istri merasa sangat bersyukur, boleh mengakhiri masa jabatan saya, meskipun belum lengkap itu merupakan anugrah yang Tuhan berikan,” tutur Terawan.

Terawan berpandangan, akhir karirnya di Kementerian Kesehatan menjadi pensiun yang kali kedua dalam perjalanan hidupnya. “Saya mengawali jabatan Menteri Kesehatan dengan pensiun sebagai Letnan Jenderal TNI, jadi saya sekarang mengakhirinya sebagai Menteri Kesehatan,” imbuhnya.

Buat Terawan, kebijakan Presiden Joko Widodo yang menggantikan dirinya dengan Budi Gunadi Sadikin merupakan hal yang biasa dalam penugasan. Ia legawa dan siap menyongsong kehidupan dalam dunia medis.

“Saya sesudah jadi menteri menjadi mantri, dan itu kebanggaan buat saya boleh menyuntik. Semoga semua berjalan dengan baik dan saya akan meneruskan profesi saya,” ucapnya.

Ia pun menyambut baik kedatangan Menteri Kesehatan Baru Budi Gunadi Sadikin dan Wakil Menterinya, Dante Saksono Harbuwono.

“Saya mengucapkan selamat datang, dan selamat bekerja. Semoga Tuhan selalu memberikan bimbingan, petunjuk, dan rahmatnya kepada kita semua dalam menjalankan tugas negara serta menyelenggarakan kesehatan yang merata untuk seluruh rakyat Indonesia,” harap Terawan.

Tak lupa, Terawan juga menghaturkan permintaan maaf sedalam-dalamnya untuk seluruh rekan kerjanya.

“Bila di dalam kedinasan, ada yang kurang berkenan di dalam hati bapak-ibu semua, baik itu tidak sengaja baik dalam perkataan maupun perbuatan, saya mohon maaf lahir dan batin,” ujarnya.

Sebelum mengakhiri pidato, Terawan menegaskan akan senantiasa siap berbuat apapun demi Indonesia. Baik sesuai dengan kecakapannya atau hal di luar itu.

“Apapun yang diizinkan kalau itu diizinkan saya kerjakan. Kalau nanti diizinkan mengerjakan yang lain, saya juga akan mengerjakan,” ungkapnya.

Sebagai mantan prajurit, ia berpandangan pada nilai militer yang tahu “Kapan harus berhenti, kapan harus berjalan, kapan harus menghadapi situasi, kapan mengetahui kemampuan dan kapan tahu batas kemampuan.” (rwo)

Comments

comments