Terdampak Banjir, Bandara dan Stasiun di Semarang Ditinjau Menhub

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat meninjau Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani bersama Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. (Foto: Humas Pemprov Jateng)

Acuantoday.com, Semarang- Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi meninjau Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani dan Stasiun Tawang, Semarang pada Minggu (7/2) siang.

Tinjauan orang nomor satu di Kementerian Perhubungan ini sebagai tindak lanjut dari terdampaknya tempat-tempat pusat transportasi di Semarang akibat banjir.

Pada kesempatan tersebut, Budi Karya didampingi oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryati Rahayu, dan beberapa pihak terkait.

Sebelum meninjau lokasi yang terdampak, mereka melakukan rapat terbatas di ruangan bandara dengan mendengarkan paparan General Manager (GM) Angkasa Pura terkait kronologis penutupan bandara tersebut.

Usai rapat, Ganjar dan Budi Karya menyempatkan diri mengecek secara langsung landasan pacu menggunakan mobil khusus. Sayang pengecekan tak bisa berlangsung lama, karena hujan turun begitu deras.

“Saya kesini karena mendengar banjir yang melanda obyek-obyek vital. Maka saya ingin melihat secara langsung agar tindakan yang diambil nantinya bisa kongkrit,” kata Budi Karya.


Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat meninjau Stasiun Semarang bersama Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. (Foto: Humas Pemprov Jateng)

Usai dari Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani, Budi Karya bersama rombongan lantas bergerak ke Stasiun Tawang.

Namun, Budi Karya tak lupa memberi catatan-catatan supaya terendamnya runway Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani tak terulang.

“Di bandara kami minta Kementerian PUPR membangun dam (penampung air). Istilahnya itu Q100, yang bisa menahan banjir selama 100 tahun. Selain itu, pendangkalan sungai-sungai saya minta dikeruk dan pembuatan tanggul untuk rob juga sudah berjalan,” tandas Budi Karya.

Selain itu, Budi Karya juga meminta Angkasa Pura melakukan evaluasi penanganan banjir di bandara. Sebab, dari kapasitas pompa yang sudah ada, terbukti belum mampu mengatasi banjir.

“Kami minta besok mereka rapat dan segera dieksekusi. Untuk Kereta Api, ini unik karena ini heritage, sehingga tidak boleh merubah. Maka tadi pak Gubernur sudah menyampaikan, ada program PUPR tentang pengelolaan manajemen air di daerah sini, agar semua tercover,” tegas alumni Universitas Gadjah Mada ini.

Budi Karya juga memuji kesigapan Ganjar dan Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryati Rahayu terkait penanganan banjir di daerah Semarang dan sekitarnya. Menurutnya, koordinasi dengan pusat sudah dilakukan.

“Tadi saya telpon pak Ganjar pagi-pagi, beliau sudah siap dan sedang melakukan pengecekan langsung. Bu Wakil Wali Kota saya telpon juga sudah standby. Jadi saya terimakasih karena Jateng dan Kota Semarang keren banget soal kerjasama untuk penanganan ini,” pungkasnya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengucapkan terimakasih karena pemerintah pusat telah turun membantu penanganan banjir di Semarang. Sejak kemarin, pihaknya sudah koordinasi dengan Kementerian PUPR dan hari ini Menhub turun langsung, sehingga berbagai persoalan bisa disampaikan.

Sebagaimana diketahui bersama, Basuki Hadimuljono selaku Menteri PUPR pada Sabtu petang lalu juga sempat meninjau Kawasan Kota Lama Semarang yang terdampak banjir bersama jajaran Kementerian PUPR dan Pemerintah Kota Semarang.

“Kemarin pak Basuki sudah ngecek, termasuk peran polder yang ada. Saya usulkan agar ditambah pompanya dan pak Basuki sepakat. Ini sedang proses, mudah-mudahan bisa lebih cepat,” katanya.

Termasuk penanganan di bandara Ahmad Yani Semarang dan Stasiun Tawang. Menhub lanjut Ganjar sudah turun dan menyiapkan apa yang harus dilakukan.

“Tadi saya satu mobil dengan pak Mehub dan diskusi banyak. Kami sepakat untuk di bandara segera dilakukan pengecekan kapasitas pompa yang ada apakah bisa menyelesaikan atau tidak. Tadi juga disepakati pak Dirjen SDA untuk membuat design Q100 atau pengelolaan agar 100 tahun kawasan itu tahan menghadapi banjir,” pungkas Ganjar.(Alvin) 

Comments

comments