Tersangka Kasus Asabri Dijerat Pasal Pencucian Uang

PT Asuransi Sosial Angkatan Darat Bersenjata Republik Indonesia (Asabri) (Foto : Amntara)

Acuantoday.com, Jakarta- Mengingat banyaknya aset yang didapat dari penyitaan kasus korupsi asuransi PT Asabri, Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Kejagung, Febrie Adriansyah menerangkan, pihaknya sedang menyusun dakwaan tambahan pada tersangka Adam Rachmat Damiri, yaitu dengan pasal pencucian uang.

Sejumlah aset yang telah disita, jelas Febrie, sudah dalam bentuk atas nama keluarga Adam Rachmat Damiri. Hal itu disinyalir sebagai modus untuk menyamarkan asal usul korupsi.

“Mengarah ke pencucian uang. Teman-teman penyidik masih mendalami hal itu, nanti tersangka akan kita periksa lagi untuk lebih lengkapnya,” kata Febrie di Jakarta, Senin (8/3/2021).

Terkait keluarga Adam Rachmat Damiri yang diduga terlibat, terang Febrie, pihaknya baru memeriksa sebagian.

Namun, tukas Febrie, semua keluarga Adam Rachmat Damiri yang terindikasi terkait dan mendapat keuntungan dari kasus ini bakal diperiksa untuk melengkapi berkas dakwaan.

“Baru sebagian yang kita periksa dari keluarga dia. Masih banyak yang belum, tapi nanti bakal kita dalami semua,” ujarnya.

Sebagai informasi, dalam kasus korupsi asuransi PT Asabri, Kejaksaan Agung sudah menetapkan 9 orang tersangka.

Kesembilan orang tersebut, yakni Dirut PT Asabri periode tahun 2011 – Maret 2016 (Purn) Mayjen Adam Rachmat Damiri, Dirut PT Asabri periode Maret 2016 – Juli 2020 (Purn) Letjen Sonny Widjaja, Direktur Keuangan PT Asabri periode Oktober 2008-Juni 2014 Bachtiar Effendi, Direktur PT Asabri periode 2013 – 2014 dan 2015 – 2019 Hari Setiono.

Kemudian, ada Kepala Divisi Investasi PT Asabri Juli 2012 – Januari 2017 Ilham W Siregar, Dirut PT Prima Jaringan Lukman Purnomosidi dan Direktur PT Jakarta Emiten Investor Relation Jimmy Sutopo, Dirut PT Hanson International Tbk Benny Tjokrosaputro dan Komisaris PT Trada Alam Minera Heru Hidayat. (Mmu)

Comments

comments