Tertutup Soal Rizieq, Wali Kota Bogor Beri Teguran Keras ke RS UMMI

Habib Rizieq Shihab. (Foto : Antara)

Acuantoday.com, Jakarta–Wali Kota Bogor Bima Arya geram lantaran RS UMMI yang merawat dan menjadi lokasi swab test Rizieq Syihab tidak terbuka.

Pemicu kekesalan Arya karena pihak RS UMMI mengaku tidak mengetahui kalau ada petugas kesehatan dari pihak luar yang datang dan melakukan swab test terhadap Rizieq.

Kejadian ini membuat Satgas Covid-19 Kota Bogor tidak mengetahui, siapa lembaga yang melakukan swab test terhadap Rizieq itu.

“Dan, apakah prosedurnya sudah benar,” cetus Arya, dalam pernyataanya, Jumat (27/11).

Arya tidak habis pikir, bagaimana pihak rumah sakit tidak mengetahui ada lembaga luar yang datang tanpa diketahui.

“Rumah sakit itu kan punya sistem. Tamu yang datang ada prosedurnya. Bagaimana bisa terjadi swab tapi tidak diketahui,” tegasnya.

Arya menilai pihak RS UMMI telah melakukan kekeliruan fata dengan tidak berkoordinasi dengan pemkot.

Untuk itu dia menekankan manajemen RS UMMI untuk selalu kooperatif dan terbuka.

“Kalau tidak, bisa kena pasal. Saya ingatkan, saya tegur keras, demi semua,” tegas Arya.

Status OTG

Terkait kondisi Rizieq, Arya memastikan, yang besangkuta masuk dalam kategori orang dalam pemantuan (OTG).

Sebab, lanjutnya, Rizieq sudah berkontak erat dengan Covid-19.

Dari laporan yang masuk ke dirinya, Arya mengatakan, Rizieq sudah melakukan kontak dengan orang yang telah dinyatakan positif Covid-19.

Indikasinya adalah ditetapkannya Petamburan sebagai klaster baru penyebaran Covid-19.

Selain itu, dari video yang beredar di media sosial, Rizieq intes berinteraksi dengan Wali Kota Depok Mohammad Idris yang belakangan terkonfirmasi Covid.

“Menurut kami, HRS (Rizieq) ini semestinya statusnya ODP,” tegas dia.

Arya menegaskan, sebagai Kepala Satgas Kota Bogor, dirinya wajib mengetahui secara realtime kondisi Rizieq.

Ini untuk memastikan penanganan Covid-19 di Kota Bogor sudah sesuai prosedur. (ahm)

Comments

comments