Tetapkan Tersangka Kebakaran, Kejagung Tunjuk JPU

Gedung utama Kejagung yang terbakar pada Sabtu (22/8/2020) lalu. Polisi segera melakukan gelar perkara untuk menetapkan tersangka setelah penyelidikan kasus tersebut dinyatakan P-16 atau telah ditunjuknya Jaksa Penuntut Umum (JPU)./Foto: Rohman Prabowo (Acuantoday.com)

Acuantoday.com, Jakarta- Tersangka pelaku kebakaran Gedung Kejaksaan Agung perlahan akan terungkap.

Kejagung resmi menerbitkan P16 atau mengeluarkan perintah penunjukan jaksa penuntut umum (JPU) untuk terlibat dalam perkembangan penyidikan gedung Korps Adhyaksa yang terbakar pada 22 Agustus lalu itu.

“Jadi untuk kebakaran rekan-rekan perlu diketahui kemarin sudah P16,” kata Karopenmas Div Humas Polri Brigjen Awi Setiyono di Bareskrim Polri, Selasa (13/10).

Awi menjelaskan, dalam waktu dekat penyidik Bareskrim Polri bakal melakukan gelar perkara untuk menetapkan siapa yang menjadi tersangka.

“Tinggal kita menunggu kesempatan untuk waktu gelar perkara penetapan tersangka, dalam waktu dekat. Silakan ditunggu dimonitor, sudah tahap akhir ya,” ujarnya.

Sebelumnya, penyidik telah melakukan ekspose gelar perkara pada 1 Oktober. Gelar perkara sedianya untuk menganalisis hasil penyidikan yang sudah berlangsung sejak 17 September.

Selain itu, penyidik juga sudah melakukan delapan kali olah tempat kejadian perkara (TKP). Dari hasil TKP, ditemukan sejumlah barang bukti. Mulai dari kamera pemantau atau CCTV, abu arang sisa kebakaran atau hidrokarbon, hingga potongan-potongan kayu sisa pembakaran.

Tak hanya itu, penyidik juga menyita beberapa botol berisi cairan, jeriken berisi, minyak pembersih atau dust cleaner yang disimpan di gudang cleaning service.

Sejak kasus ditingkatkan ke tahap penyidikan pada 17 September lalu, polisi menemukan adanya unsur pidana yang dimaksud seperti tertuang dalam Pasal 187 KUHP dan atau Pasal 188 KUHP.

Pasal 187 KUHP menyebutkan, barang siapa yang dengan sengaja menimbulkan kebakaranterancam 12 tahun penjara, atau 15 tahun penjara, atau seumur hidup apabila ada korban meninggal.

Kemudian, Pasal 188 KUHP menyebutkan, barang siapa dengan kesalahan atau kealpaan menyebabkan kebakaran dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara. Sejauh ini, belum ada tersangka yang ditetapkan oleh aparat kepolisian.

Penyidikan insiden kebakaran ini menuai atensi publik, seiring beredar spekulasi adanya upaya sabotase terhadap kasus-kasu korupsi besar yang tengah ditangani Kejagung. Mulai dari kasus suap Jaksa Pinangki, yang melibatkan koruptor kelas kakap Djoko Tjandra hingga kasus korupsi berjamaah di perusahaan milik negara (Jiwasraya).(rwo)

Comments

comments