Tiga Maskapi Langgar Protokol Kesehatan

Ilustrasi-Sebuah pesawat sedang lepas landas di sebuah bandara./Foto: Istimewa

Acuantoday.com, Jakarta―Tiga maskapai penerbangan dilaporkan melanggar batas kapasitas pesawat 70 persen dan tidak menerapkan jaga jarak selama masa pandemi. Pelanggaran itu terjadi di dalam pesawat maupun di dalam bandara. 

Terhadap tiga maskapai itu, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan memberikan denda administratif maksimal Rp300 juta. 

Informasi pelanggaran itu didapat mengacu pada Laporan Hasil Pengawasan (LHP) yang dilakukan oleh Otoritas Bandar Udara Wilayah II Kualanamu Medan.

Tiga maskapai yang melanggar itu, kata Dirjen Perhubungan Udara Novie, tidak menerapkan prinsip jaga jarak di dalam pesawat udara kategori jet transport narrow body (berbadan sedang) dan wide body (berbadan lebar).

Kedua jenis pesawat itu digunakan untuk angkutan udara niaga berjadwal dalam negeri sesuai dengan konfigurasi tempat duduk dan pengaturan kursi penumpang berdasarkan karakteristik penumpang maksimal 70 persen kapasitas angkut. 

“Kami pastikan diberikan sanksi sesuai dengan peraturan yang berlaku,” katanya.

Adapun sanksi yang diberikan sesuai dengan Peraturan Menteri 56 Tahun 2020 Pengenaan Sanksi Administratif terhadap Pelanggaran Peraturan Perundang-undangan di Bidang Penerbangan berupa sanksi denda administratif sebesar 250 – 3000 per finalti unit ( satu finalti unit = Rp100.000) atau Rp25-300 juta.

“Melalui Peraturan Menteri Nomor 56 Tahun 2020 ini menjadi salah satu bukti bahwa kami Kementerian Perhubungan terus berupaya untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19, siapapun yang melanggar, akan kami berikan sanksi tegas,” ujarnya.

Sebelum ditetapkannya Peraturan Menteri 56 Tahun 2020 Direktorat Jenderal Perhubungan Udara telah memberikan surat teguran serta pencabutan izin rute terhadap perusahaan penerbangan yang melanggar ketentuan pembatasan kapasitas maksimum di dalam pesawat.

“Saya berharap semua perusahaan penerbangan dapat mematuhi ketentuan yang berlaku, bersama-sama kita terapkan protokol kesehatan dengan baik, demi penerbangan yang selamat, aman dan sehat,” katanya. (adi)

Comments

comments