Tiga Petinggi KAMI Resmi Berstatus Tersangka

Il‎ustrasi - Seorang provokator sedang memegang pengeras suara bertindak sebagai aktor untuk menggerakan massa aksi demonstrasi di lapangan bergerak sesuai keinginannya./Foto : Antara

Acuantoday.com, Jakarta- Tiga pentolan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) resmi berstatus tersangka. Mereka adalah Anton Permana (anggota Komite Eksekutif), Syahganda Nainggolan (Sekretaris Komite Eksekutif) dan Jumhur Hidayat (anggota Komite Eksekutif).

“Sudah ditahan. Namanya sudah ditahan, (maka) sudah jadi tersangka,” ucap Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Awi Setiyono saat jumpa pers di Bareskrim Polri, Rabu (14/10).

Kendati begitu, Awi tak merinci ihwal tindak pidana yang dilakukan mereka. Namun, bila berkaca pada pernyataan Awi sebelumnya, diduga kuat mereka melanggar pasal UU ITE. Hal ini lantaran, yang bersangkutan diduga menyebar narasi kebencian via media sosial, yang dampaknya menyulut kericuhan demonstrasi tolak Omnibus Law Undang-undang Cipta Kerja di beberapa daerah pada 8 Oktober lalu.

Untuk diketahui, Ditsiber Bareskrim Polri bersama Polda Sumatra Utara menangkap 8 anggota organisasi yang petingginya mencatut nama mantan Panglima TNI, Gatot Noermantyo itu.

Penangkapan dilakukan di Kota Medan dan di sekitar Jabodetabek. Penangkapan di luar Medan, pertama polisi menciduk Anton di kawasan Rawamangun, Jakarta Timur, pukul 00-02, pada 12 Oktober. Kemudian, sehari berselang, giliran Syahganda ditangkap di Depok, sekira pukul 04 pagi dan Jumhur Hidayat di Cipete, Jakarta Selatan, pukul 05 pagi. Berikutnya, anggota KAMI bernama Kingkin Anida ditangkap di Tangerang Selatan pada 10 Oktober.

Sedangkan Tim Siber Polda Sumatera Utara meringkus Khairi Amri (9 Oktober), Juliana dan Devi (10 Oktober), Wahyu Rasari Putri (12 Oktober).

Persangkaan sementara, mereka dijerat Pasal 45a ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang ITE dan/atau Pasal 160 KUHP tentang penghasutan, dengan ancaman hukuman penjara selama 6 tahun.(rwo) 

Comments

comments